NTB PROV

Satukan Pandangan tentang Islamic Center

NTB PROV

ISLAMIC Center (IC) sudah menjadi ikon di NTB. Belakangan ini pengelolaan IC sedang diwacanakan akan berada di bawah instansi atau dinas tertentu. Namun, perlu dipahami bahwa IC memiliki banyak kegiatan yang tidak bisa hanya berada di bawah satu instansi. Dibutuhkan juga kesatuan pandangan tentang pengelolaan IC ke depan.

Hal itu disampaikan Kepala UPT Islamic Center BPKAD NTB, Sulaiman Jamsuri. Menurutnya, harus dipahami bersama bahwa IC memiliki banyak sekali kegiatan yang tidak mungkin bisa dibawa ke salah satu dinas tertentu. “Di sana ada masjid, ada aktivitas keagamaan, ada di sana aktivitas tourism, dan di sana juga ada pendidikan,” katanya. 

Oleh karena itu, dibutuhkan program atau platform  yang betul-betul matang disiapkan sejak awal. Sulaiman mencontohkan terkait anggaran, dengan adanya UPT IC saat ini merupakan salah satu jalan terbaik agar IC bisa beroperasi, karena biaya yang dibutuhkan cukup besar. Namun ke depan, IC butuh mandiri karena tidak terus bergantung ke pemerintah. ‘’IC harus mampu menghidupi dirinya sendiri,’’ katanya. 

Sulaiman juga mengatakan, dibutuhkan kesepahaman bersama bagaimana mengelola IC ke depan. Salah satu yang membedakan IC di NTB yaitu adanya UPT. Ia menyampaikan, banyak tipe masjid di luar daerah yang beragam. Perlu pertimbangan selanjutnya memilih membesarkan Masjid Raya Hubbul Wathan sebagai pusat kegiatan, atau Masjid Hubbul Wathan di bawah Islamic Center.

‘’Ini ke depan semoga kita dapat suatu kesatuan pandangan kita ingin jadikan IC seperti apa,’’ ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut Sulaiman, IC tidak hanya berupa bangunan saja. Saat ini IC sebagai bagian dari wisata halal dan sebagai pusat peradaban Islam. Pihaknya sedang mencoba melengkapi sarana untuk mendukung kegiatan itu. “Kita isi lantai dua dan lantai tiga, kami usahakan bisa buat studio. Saya juga beberapa kali berbincang dengan Kepala Museum NTB untuk meletakkan lontar dan sebagainya di IC,” katanya. 

Di samping itu, keamanan menjadi tantangan pengelolaan IC. Terutama dengan terbukanya akses untuk masuk ke lingkungan IC. ‘’Saya berusaha untuk pihak keamanan tetap stand by (bersiap). Secara keamanan agak kesulitan,’’ katanya. 

Perlu Program Pendukung

IC perlu diisi dengan program yang bisa mendukung IC sebagai pusat peradaban. Kegiatan yang bisa menarik minat anak-anak dan kegiatan skala nasional bersifat keagamaan bisa dilakukan di IC. 

Hal itu disampaikan Sahnan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Menurutnya, salah satu yang bisa dikembangkan dengan membuat panggung atau stage di IC yang diisi oleh para pendongeng yang ada di NTB. Mereka bisa bercerita tentang nabi. Karena pengalamannya saat menjadi juri dongeng Bahasa Sasak, sangat minim diikuti peserta. ‘’Oleh karena itu perlu kita angkat (mendongeng),’’ katanya.

Ia juga menginginkan adanya radio komunitas di IC yang berbicara tentang IC dan mengundang para pendongeng bercerita tentang nabi. ‘’Audience-nya harus anak-anak, sejak dini kita latih anak-anak itu untuk cinta kepada agamanya, cinta kepada cerita-cerita itu. Jadi saya ingin di IC, ada tempat mendukung wisata halal, kalau kita himpun dengan adanya dongeng, maka akan ada warna,’’ ujarnya.  Kegiatan berskala nasional seperti Festival Maulid Nusantara bisa juga dilaksanakan di IC setiap tahunnya. Dalam kesempatan itu, masyarakat bisa mengetahui tradisi maulid yang dilaksanakan berbagai daerah lainnya. 

Setelah adanya berbagai kegiatan itulah, akan berdampak kepada perekonomian. Masyarakat ramai mendatangi IC, maka pedagang juga pasti akan turut meramaikan IC. “Masyarakat akan kumpul setiap hari, IC itu akan hidup, kalau ramai, pedagang bisa datang. Kita datangkan keramaian, bisa memberi makan bagi orang lain,” pungkas Sahnan.


NTB PROV
Diskominfotik NTB © 2019 All rights reserved.

Membangun Nusa Tenggara Barat Gemilang

by Dinas KOMINFOTIK NTB

Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat: Jalan Pejanggik No. 12
Mataram, Nusa Tenggara Barat - 83122

Monday - Friday: 07:30 - 16:00 Saturday, Sunday: Closed
0370-622373