NTB PROV

KSB Menasional Lewat PAUD dan Forikan

NTB PROV

TIM Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melaksanakan berbagai gebrakan. Beberapa program seperti Taman Baca Alquran (TBA) telah berhasil dimasyarakatkan. Sementara, pendirian PAUD HI dan program gemar makan ikan sukses melambungkan nama KSB ke pentas nasional.

Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanifah Musyafirin, mengatakan pada Kelompok Kerja (Pokja) I memiliki program inti pola asuh anak dan remaja. Pihaknya di KSB sudah melaksanakan lomba dan sosialisasi-sosialisasi terhadap organisasi yang betul-betul bergerak di bidang itu. Terutama ke sekolah-sekolah.

“Di SMA dan SMP, bagaimana agar anak-anak di kabupaten kita betul-betul tahu dan mau melaksanakan apa yang diharapkan oleh pemerintah,” katanya. 

Selain itu program inti di Pokja I yaitu program Tuntas Baca Alquran (TBA). TP PKK bekerja sama dengan bagian Kesra terkait anggaran. TP PKK hanya sebagai pelaksana yang diketuai langsung olehnya. 

Hanifah menjelaskan, TBA terbentuk sejak 17 Agustus2017. Sampai dengan Juli 2019 pihaknya sudah turun ke masyarakat untuk membagikan Alquran secara langsung. Sebanyak 5.638 Alquran dibagikan hampir di setiap masjid di seluruh KSB sudah didatangi. 

Saat ini, kata Hanifah, di KSB sedang gencar di setiap masjid para ibu mengaji. Ketua TP PKK di berbagai jenjang otomatis menjadi ketua majelis taklim. Di tingkat kecamatan, melaksanakan pengajian rutin satu bulan sekali. Di desa ada yang melaksanakan pengajian satu sampai tiga kali dalam satu minggu, tergantung kondisi desa. 

Hanifah menjelaskan, dipilihlah trainer dan pendamping yang mengajarkan kelompok TBA. Pada tahun 2017, trainer digaji oleh pemerintah dari anggaran bagian Kesra. Mulai dari tahun 2018 sudah diserahkan ke Anggaran Dana Desa (ADD) masing-masing desa. Kebutuhan trainer di desa tergantung kondisi desa. Satu orang trainer digaji Rp750 ribu tiap bulan. Sedangkan pendamping yang mendampingi ketua majelis taklim untuk mengumpulkan ibu-ibu dan pendataan diberikan honor Rp.500 ribu. Ketua majelis taklim juga mendapatkan honor Rp500 ribu tiap bulan.

“Untuk kami dari TP PKK Kabupaten pengurusnya adalah  Pokja I, saya sebagai ketua diberikan SK. Keluarlah Perbup-nya terkait tuntas baca Alquran. Di KSB, TBA sudah mem-booming, bahkan sekarang program kami di APBDP ini sudah dianggarkan untuk 1000 Alquran akan kami bagikan,” katanya. 

Selain itu, direncanakan pada bulan Juli akan dimulai TBA Plus yang menyasar ibu milenial. TBA sendiri sasarannya pada orang tua di atas 50 tahun. Sasaran ibu milenial ini, kata Hanifah, karena diharapkan mereka tahu cara mendidik anak. 

‘’Memperlihatkan kepada  anaknya bagaimana akhlak dari orang tuanya dulu, karena kalau anak-anak itu, sudah diajak sering ke masjid, otomatis di memori otaknya selalu akan terkenang, mereka akan tahu, kalau ibu-ibu ini sering mengikuti pengajian dan mengaji bersama, otomatis kalau anaknya disuruh mengaji akan menuruti,’’ katanya.

Di anggaran tahun ini TP PKK KSB juga akan melombakan tartil Alquran bagi ketua majelis taklim, Ketua PKK kecamatan, Ketua PKK kelurahan. Bahkan Bupati KSB juga sudah meluncurkan program ASN mengaji setiap salat zuhur dan salat ashar. Setelah itu mereka semua makan nasi bungkus bersama.

Ada juga program pemerintah berupa yasinan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2014. Kegiatan itu rutin dilaksanakan. Pada kesempatan yasinan itu juga diberikan kesempatan masyarakat menyampaikan keluhan. Dihadirkan juga seluruh pemerintah daerah termasuk instansi terkait.

“Yasinan rutin ini wajib menyampaikan apa keluhan yang didapat masyarakat, mulai dari listrik padam, air tidak mengalir. Besoknya itu langsung diperintahkan menyelesaikan.Jadi masalah itu langsung di situ, jadi masyarakat tidka akan sungkan. Mereka juga bisa berbicara di depan kepala dinas,’’ katanya.

Sementara itu di Pokja II berupa program pendidikan. Hanifah mengatakan, sebagai bunda PAUD, ia membentuk satu PAUD Holistik Integratif (HI). Ia juga sebagai bunda PAUD mendapat penghargaan dari Kemendikbud atas keberhasilan membentuk satu PAUD HI. 

“Sampai saat ini saya mengelola sendiri PAUD tersebut menjadi kepala sekolah di PAUD tersebut, namanya PAUD HI Pariri, dan PAUD tersebut kami dirikan dari 12 Mei 2017. Alhamdulillah selama tahun 2017 mendapatkan 67 murid, tahun 2018 meningkat menjadi 118, dan sekarang 120 murid,’’ sebutnya.

PAUD tersebut akan menjadi PAUD yang dikelola oleh bunda PAUD dan tetap menjadi binaan PKK. Pihaknya juga dalam setiap kesempatan sosialisasi tentang PKK mengharapkan semua Ketua PKK kecamatan dan desa sebagai bunda PAUD wajib membentuk satu PAUD HI percontohan di desanya masing-masing. Atau PAUD yang sudah ada diubah menjadi PAUD HI.

Selain itu program Pokja berikutnya yaitu Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK mendapatkan dukungan luar biasa dari Bupati KSB. Bupati sudah pernah memberikan dana Rp10 juta di satu desa untuk pemanfaatan pekarangan pada tahun 2017.

Di Pokja II juga ada program Gerakan Menanam dan Melestarikan (Gemari) Kelor. Peraturan Bupati (Perbup) yang mengaturnya sudah ada. Dalam Perbup itu mewajibkan setiap pekarangan rumah harus memiliki dua pohon kelor.

Di Pokja III, kata Hanifah, pada tahun lalu KSB menjadi juara satu untuk dalam Forikan, dan membawa nama NTB ke Jakarta. Setiap kali turun ke masyarakat, Hanifah berpesan agar sebagai Ketua PKK jangan berpangku tangan saja. Namun betul-betul membantu dengan turun ke masyarakat. 

‘’Tentunya kita mengawali dengan rumah kita sendiri, rumah kita harus bersih, kita juga harus bersih, pekarangan juga harus kita tanam. Kebetulan alhamdulillah semua kepala desa itu sosialisasi kerja sama dengan DPMPD, bagaimana anggaran desa itu alhamdulillah tidak ada kendala kalau di KSB,’’ katanya. 

Di Pokja IV ada program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pihaknya dari PKK KSB sudah turun ke delapan kecamatan melakukan sosialisasi masalah STBM ini melalui kelompok TBA. 

‘’Bahkan KSB untuk pilar pertamanya, masalah buang air sembarangan sudah tuntas pasca 100 hari bupati. Yang pilar kedua, terus kami sosalisasi turun ke masyarakat melalui TBA,’’ katanya.

Di KSB juga ada agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). Satu agen diberikan honor sebesar Rp600 ribu. Selain itu, Babinsa, Bhabinkamtibnas, dan ASN pendamping juga digaji oleh pemerintah sebesar Rp750 ribu per orang. 

 

 

 


NTB PROV
Diskominfotik NTB © 2019 All rights reserved.

Membangun Nusa Tenggara Barat Gemilang

by Dinas KOMINFOTIK NTB

Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat: Jalan Pejanggik No. 12
Mataram, Nusa Tenggara Barat - 83122

Monday - Friday: 07:30 - 16:00 Saturday, Sunday: Closed
0370-622373