NTB PROV

KOMITMEN PEMPROV UNTUK MENINGKATKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA REGIONAL KEBON KONGOK

NTB PROV

Secara umum kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok daya tampungnya hampir penuh. Menurut perhitungan dari perencaanaan pembangunan TPA Kebon Kongok bahwa, di tahun 2022 TPA Kebon Kongok tidak mampu lagi menanpung sampah yang masuk.  Di sisi lain timbulan sampah yang berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat yang masuk ke TPA Kebon Kongok terus meningkat. Dari kajian yang telah dilakukan oleh UPTD TPA Regional Kebon Kongok, rata-rata tonase timbulan sampah yang masuk ke TPA Regional Kebon kongok mencapai 333 ton/hari atau 121.545 ton/tahun. Jumlah ini berasal dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat dengan total jumlah kendaraan yang masuk keluar berjumlah 140 unit.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB  malalui Dinas Llingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi NTB terus berupaya melakukan langkah strategis di TPA, seperti melakukan berbagai kegiatan khusunya kegiatan daur ulang (recycle) sampah. Tujuannya untuk melakukan upaya pengurangan sampah (reduce) dan menghasilkan produk dari daur ulang sampah tersebut. Timbulan sampah yang telah terpilah saat ini hanya mencapai angka 120 ton/hari, selebihnya dibawa ke landfill.   

Beberapa kegiatan yang telah berlangsung di TPA saat ini :

  1. RDF (Refuse derived Fuel) teknologi mengolah sampah menjadi pelet untuk co-firing batubara untuk bahan bakar PLTU. Program ini merupakan kerja sama anatar Pemerintah Provinsi NTB dengan PT Indonesia Power yang dikenal dengan program JOSS (Jeranjang Olah Sampah Setempat).
  2. Incinerator dan Biogas, salah satu alat yang saat ini yang digunakan untuk membakar sampah di TPA adalah incinerator yang hanya mampu membakar sampah 250-300 kg/hari. Kemudian ada juga instalasi biogas yang telah terpasang di TPA yang digunakan untuk kebutuhan memasak dan bahan bakar untuk insinerator.
  3. Composting, Pencacah plastik dan beling, kegiatan komposting masih tahap uji coba dengan kemampuan mengolah sampah organik untuk menjadi kompos hanya 20-50 kg/hari. Dan pencacah plastik dan beling juga masih terbatas yang digunakan untuk campuran pembuatan batako dan paving blok.

Melihat kenyataan bahwa saat ini pengelolaan sampah di TPA Regional Kebon Kongok mengalami kendala dalam hal kebutuhan lahan dan fasilitas, maka Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk melakukan pengembangan pengelolaan sampah di Kebon Kongok. Pemerintah merencanakan adanya pengembangan berupa penambahan beberapa jenis kegiatan di TPA Regional Kebon Kongok.

Berikut akan kami sertakan tiga dokumen pendukung dalam pengemangan TPA Regional Kebon Kongok, yaitu Laporan Due Diligence Dokumen Sosial tentang peningkatan TPA Regional Kebon Kongok (TPST RDF/SRF), kedua; Adendum ANDAL & RKL-RPL, dan yang ketiga adalah Surat Keputusan DPMPTSP Kabupaten Lombok Barat tentang Izin Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

DOWNLOAD IZIN LINGKUNGAN DAN ADDENDUM AMDAL TPST RDF-SRF KEBON KONGOK

 

NTB PROV
Diskominfotik NTB © 2019 All rights reserved.

Membangun Nusa Tenggara Barat Gemilang

by Dinas KOMINFOTIK NTB

Link Penting

BPS NTB

Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat: Jalan Pejanggik No. 12
Mataram, Nusa Tenggara Barat - 83122

Monday - Friday: 07:30 - 16:00 Saturday, Sunday: Closed
0370-622373