Kegiatan Sepekan

 
Posted : 12 Jun 2012 20:51:46 WIB | http://www.ntb.go.id

Pengembalian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Kepada Petani

    Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyerahkan bantuan berupa 5 unit gedung pertemuan petani tembakau, 2 buah gedung Sekolah Taman Kanak-Kanak, 20 unit gedung poliklinik kesehatan desa, 207 unit hand traktor, 84 mesin perajang tembakau, dan 450 ekor sapi kepada asosiasi dan Gabungan Kelompok Tani dari kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat. Penyerahan bantuan tersebut dirangkaikan dengan Peresmian Gedung Serbaguna di Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

    Paket bantuan tersebut berasal dari 30 persen Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) yang merupakan bagian pemerintah provinsi sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan RI. Sebesar 40 persen dibagi secara proporsional kepada 3 (tiga) kabupaten penghasil yaitu Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Sedangkan sisanya sebesar 30 persen dibagi secara merata kepada 7 (tujuh) kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat. Jumlah DBH-CHT yang diterima Provinsi NTB tahun2011 mengalami peningkatan menjadi 159 milyar rupiah dibandingkan perolehan tahun 2010 yang sebesar 150 milyar rupiah. 

    Gubernur NTB dalam sambutannya menguraikan kronologi diperolehnya DBHCHT Provinsi NTB. “Diperolehnya dana bagi hasil cukai hasil tembakau ini merupakan hasil perjuangan pemerintah dalam memperjuangkan nasib para petani tembakau” kata TGB. “Sebelumnya DBHCHT hanya diberikan kepada provinsi yang memiliki pabrik rokok. Jadi sebelumnya, meskipun produksi tembakau kita adalah ke 3 terbesar setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah, tapi NTB tidak mendapatkan DBH-CHT. Lalu pemerintah NTB menggugat peraturan tersebut ke Mahkamah Konstitusi untuk meminta peninjauan terhadap ketentuan Menteri Keuangan tersebut. Hasilnya dapat kita nikmati sekarang ini” urai Tuan Guru Bajang yang disambut tepuk tangan oleh ratusan petani yang hadir dalam acara tersebut.
 
    Selanjutnya Gubernur berpesan kepada para petani penerima bantuan agar bantuan yang diterima dapat dipelihara dan dikembangkan sehingga dapat digunakan dinikmati manfaatnya dalam jangka panjang. “Gedung atau mesin dan peralatan yang diterima agar selalu dipelihara dengan sebaik-baiknya agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Sedangkan bantuan sapi agar terus dikembangkan sehingga jika jumlahnya sekarang 450 ekor, maka tahun depan usahakan agar menjadi 500 ekor” lanjut TGB.
 
    Pada bagian lain sambutannya, TGB mengingatkan kepada para pengusaha rokok agar menjalin kerjasama secara jujur dan tidak saling menzhalimi. “Pengusaha dan petani adalah mitra. Oleh karenanya, haruslah dikembangkan kerjasama yang saling menguntungkan, dilandasi kejujuran dan tidak saling menzhalimi satu dengan yang lain” kata gubernur. Mengakhiri sambutannya TGB berpesan kepada para petani tembakau agar dalam proses pengolahan tembakaunya (omprongan) tidak merusak lingkungan seperti merusak hutan. “Hasil yang kita peroleh tidak akan barokah jika kita peroleh dengan cara merusak lingkungan” kata gubernur. Acara penyerahan bantuan ini diakhiri dengan penandatanganan prasasti dan peninjauan lapangan untuk menyaksikan paket bantuan yang telah diserahkan kepada para petani. Mursal