Peternakan

Administrator | Selasa, 09 Desember 2014 - 16:21:19 WIB | dibaca: 7168 pembaca

Visi  :“NTB BUMI SEJUTA SAPI”

Misi  :

  1. Menjadikan NTB sebagai Bumi Sapi.
  2. Mengembangkan Budidaya peternakan sapi terintegrasi dengan sektor lain.
  3. Menanggulangi penyakit hewan menular strategis baik yang menular pada hewan maupun dari hewan ke manusia (Zoonosis).
  4. Meningkatkan sarana dan prasarana strategis bidang peternakan.
  5. Mendukung ketahanan pangan , khususnya diversifikasi pangan yang berkualitas dan bergizi sebagai upaya penanggulangan gizi buruk.
  6. Meningkatkan SDM berkuaitas melalui  penyediaan protein hewani.

Selayang Pandang tentang Visi dan Misi

NTB Bumi Sejuta Sapi

  • Bumi adalah wilayah basis budidaya
  • Sejuta Sapi adalah populasi sapi yang besar dari berbagai jenis, berupa Sapi Bali, Hissar, Simmental, Limousin, Brangus, FH, Brahman, Herford dan sapi-sapi hasil persilangan.
  • Bumi Sejuta Sapi adalah wilayah pengembangan peternakan “SAPI” untuk meningkatkan ekonomi, daya beli, kesehatan, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat.

Misi NTB Bumi Sejuta Sapi

  • Menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai provinsi surplus sapi.
  • Mengembangkan peternakan sapi terintegrasi dengan sektor lain.
  • Mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani.
  • Mengendalikan penyakit hewan menular pada hewan maupun dari hewan ke manusia.
  • Meningkatkan prasarana dan sarana, SDM dan kelembagaan peternakan.
  • Penyediaan Lapangan Kerja dan kesempatan usaha masyarakat.
  • Kelestarian lingkungan melalui penyediaan pupuk organik dan sumber energi alternatif.

NTB menjadi Bumi Sejuta Sapi

  • Geografis NTB cocok untuk peternakan sapi
  • Populasi sapi ternasuk 8 besar Nasional
  • Sapi hampir berada di semua desa dan dipelihara turun temurun
  • NTB pusat pemurnia sapi bali nasional
  • NTB pusat pengembangan sapi hissar (Penyaring-Sumbawa)
  • Daya dukung SDA masih tersedia 2,02 juta ekor sapi
  • NTB tempat launcing P2SDS Nasional (Banyumulek-Lombok Barat)
  • Bebas dari berbagai penyakit hewan menular strategis.
  • NTB surplus sapi dan sumber bibit sapi nasional
  • Bumi Sejuta Sapi adalah lompatan kedua setelah Bumi GORA.

PETERNAKAN

Bermula dari besarnya komitmen pemerintah pusat terhadap pemenuhan  kebutuhan daging  sapi nasional,  Pemerintah  Propinsi Nusa Tenggara Barat mencanangkan program terobosan “NTB Bumi Sejuta Sapi”  ( BSS).   Program terobosan NTB  Bumi Sejuta  Sapi (BSS)  diru- muskan sebagai  upaya  mengikhtiarkan visi pemerintah  daerah  2009- 2013 untuk mewujudkan  masyarakat  NTB yang beriman dan berdaya saing (BerSaing). Disamping besarnya potensi lahan dan pakan ternak yang dimiliki yaitu lahan pakan seluas 1.690.156 hektar dan daya tampung ternak mencapai 1.370.258 animal unit, sejarah dan kultur budaya masyarakat NTB  yang  memiliki  peradaban  beternak  tinggi  juga  turut  mendukung pengembangan  ternak  sapi.  Hal  ini  terbukti  dari  kontribusi  sapi  NTB terhadap  pengembangan sapi dan kebutuhan daging  secara nasional sangat  signifikan dimana  setiap  tahunnya  NTB  mengirimkan  sapi  potong  rata-rata  16.500  ekor,  sapi  bibit  12  ribu  ekor,  dengan  tujuan  ke berbagai Provinsi di Indonesia.

Dengan  besarnya  potensi  yang  dimiliki  tersebut  pemerintah pusat  menetapkan  Nusa  Tenggara Barat  sebagai  salah  satu propinsi sumber sapi potong dan sapi bibit diantara 18 propinsi di tanah air, sehingga kiprah NTB diharapkan mampu mempercepat program nasional percepatan pencapaian swasembada daging sapi (P2SDS). Namun, kendala yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat miskin  di  NTB  yang  umumnya  sebagai  buruh  tani  atau  petani  tanpa lahan terutama yang berada  di Pulau Lombok  adalah akses permodalan  yang  sulit  dan  kemampuan  bantuan  pemerintah  yang  terbatas sehingga  membuat  tidak  semua  petani  tanpa  lahan  ini  bisa  memiliki ternak  sapi.  Oleh  karena  itu  strategi  yang  dilakukan  dalam  mengembangkan  potensi  peternakan sapi  ini  adalah dengan memelihara sapi melalui sistem kandang kolektif untuk Pulau Lombok  dan pola padang penggembalaan atau lar/so di Pulau Sumbawa. Sampai  dengan  pertengahan  tahun  2010,  terdapat sekitar  880 unit kandang kolektif sapi di pulau lombok dari target 1.000 unit kandang kolektif pada tahun 2013. Tiap unit kandang kolektif ini mampu menampung  hingga  75  ekor  sampai  350 ekor  dengan  melibatkan  sekitar 18 ribu orang petani peternak yang rata-rata memiliki 3-5 ekor sapi.

Memasuki  tahun  ketiga  program  bumi  sejuta  sapi,  pemerintahdaerah  menggelontorkan  dana  bergulir  sebagai    wujud  percepatanpencapaian target bumi sejuta sapi. Program ini diharapkan tidak saja mendorong  percepatan  peningkatan populasi  ternak  sapi,  tetapi  juga mengentaskan kemiskinan. Pemberdayaan masyarakat melalui program NTB BSS pada tahun  2009  mencapai  252  kelompok  peternak  dengan  nilai  Rp.30,308 milyar yang bersumber dari APBDP sebesar Rp.4,545 milyar dan APBN
sebesar Rp.25,480 milyar. Anggaran tersebut telah dimanfaatkan petani peternak untuk pengadaan  ternak  sapi sebanyak 4.351 ekor, stimulan kandang kelompok 27 unit, rekruitmen sarjana membangun desa (smd) peternakan 50 orang, LM3 sebanyak 10 pesantren dan pengembangan unit lokasi inseminasi buatan (ib)  8 unit.

Perkembangan populasi sapi  sejak   dimulai program NTB BSS meningkat sebesar 70.580 ekor yaitu dari 546.114 ekor pada bulan januari  2009  menjadi   616.649 ekor pada bulan juni 2010.  Dalam upaya menyukseskan  program NTB BSS tersebut, Pemerintah Provinsi  NTB telah mengeluarkan sejumlah regulasi, antara lain: mengatur tata niaga ternak    antar  pulau;  pengendalian  pemotongan  sapi  betina  produktif dan  pembibitan  sapi  berbasis  masyarakat,  dimana  regulasi  tersebut dikeluarkan dalam bentuk peraturan gubernur nusa tenggara barat.