Kegiatan Gubernur

ULOS PANJANG PENUH MAKNA & DOA UNTUK BANGSA

Bidang IKP Diskominfo NTB | Senin, 07 Agustus 2017 - 07:12:26 WIB | dibaca: 216 pembaca

Saat melaksanakan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Kota Medan -Sumut, Sabtu Malam (5/-8-2017), Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi disambut pemimpin Ponpes tersebut, Syaikh Ali Akbar Marbot yang merupakan adik kelas dari kakek Gubernur, TGH. KH. Zainuddin Abdul Majid ditemani ratusan santri dan santriwati. Saat itu Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB dua periode tersebut, diberikan hadiah kain Ulos Panjang sebagai tanda tamu kehormatan. ''Ulos panjang ini juga merupakan bentuk harapan supaya hubungan ini berumur panjang '', ujar Syaikh Ali sembari memakaikan kain ulos untuk gubernur.

Pondok Pesantren yang didirikan sejak tahun 1982 ini, terletak di jantung Kota Medan. Meski berada di pusat keramaian kota, namun keteduhan dan pola pendidikan di ponpes tersebut, membuat suasana di dalamnya tetap menjadi tempat yang tenang untuk menuntut ilmu. Sehingga Ponpes tersebut kini telah berhasil memiliki ribuan lulusan yang telah bekerja di berbagai sektor. Kekuatan jaringan pesantren ini merupakan modal yang kuat untuk membangun Indonesia, termasuk Provinsi NTB yang kini terus berikhtiar mewujudkan masyarakat yang beriman, berbudaya berdaya saing dan sejahtera.

Kunjungan silahturahmi Gubernur TGB bersama rombongan di Ponpes ini terbilang cukup lama, berlangsung hampir selama lebih dari 4 jam. Selama silaturahim berlangsung tampak diliputi rasa antusias yang tergambar jelas dari raut muka para santri dan santriwati yang berebut bersalaman dengan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang. Selain memberikan tausiyah kepada para santri dan santriwati, kunjungan silaturahim tersebut juga diisi doa bersama untuk kebaikan bangsa.

Dalam tausiyahnya, Gubernur TGB mengajak para santri untuk terus menuntut ilmu dan menjadi obor penerang bangsa di masa depan. ''Harapan Indonesia adalah anak - anak pesantren. Di pesantren tidak ada tawuran, tidak ada penyalahgunaan narkoba. Karena itu pesantren adalah persemaian anak bangsa, ''ujarnya.

 

Biro Humas dan Protokol NTB