Kegiatan Gubernur

TGB : MEMBANGUN KEBAIKAN SECARA KOLEKTIF, KEKUATAN SUATU BANGSA

Bidang IKP Diskominfo NTB | Senin, 04 Desember 2017 - 07:35:50 WIB | dibaca: 90 pembaca

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengajak civitas akademika dan seluruh masyarakat untuk membangun visi bersama secara kolektif. Yakni membangun kebaikan secara kolektif, baik bagi diri sendiri maupun bagi semua orang yang ada di sekitar kita adalah kekuatan manusia dan suatu bangsa, ujarnya.

Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB dua periode ini mengungkapkan hal tersebut di hadapan ratusan wisudawan dan wisudawati ke-24 IAIH Pancor Lombok Timur di Panggung Putih Aula YPH PPD NW Pancor, Minggu (3/12-2017). Kehadiran Gubernur TGB pada acara wisuda tersebut selain sebagai Gubernur, juga dalam kapasitas beliau Rektor IAIH Pancor.

Lebih lanjut Gubernur Al Hafidz tersebut menjelaskan, kalau kita lihat di dalam Al Qur’an, kata Tuan Guru Bajang, maka setiap kali Allah berbicara tentang manusia dalam konteks personal disebut kata al-insan. Di situ yang tergambar  adalah kelemahan, keterbatasan, ketidakberdayaan. Akan tetapi ketika Allah SWT berbicara tentang manusia sebagai satu kesatuan maka akan sangat terasa adanya semangat dan kekuatan itu, papar Doktor Tafsir Al-Qur’an dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini.

Lebih detail TGB memaparkan, firman-firman Allah SWT yang menyebut manusia sebagai suatu individu, orang per orang maka biasanya di situ terdapat banyak keterbatasan dan kekurangan. Akan tetapi ketika berbicara manusia sebagai satu kesatuan, dalam visi bersama maka di situ terdapat kekuatan dan keberhasilan, ungkapnya.

''Kelebihan yang ada pada orang lain insya Allah akan jadikan sebagai penyempurna bagi yang lain. Akan menjadi penutup atas kekurangan saudara kita yang lain. Itulah yang akan membangun peradaban yang kuat,'' ungkap Gubernur TGB.

Gubernur penghafal Qur’an ini kemudian memaparkan bagaimana Rasulullah SAW mewujudkan visinya menjadikan Islam sebagai agama pemimpin peradaban yang akan memberikan kedamaian dan ketenangan bagi semua orang.

Dulu Rasulullah SAW pernah menyampaikan visi beliau yang belum terwujud. Visi beliau bagaimana umat Islam ke depan bisa memimpin peradaban, dan itu terjadi.

''Nanti akan ada orang yang akan berjalan dari Yaman sampai ke tengah jazirah Arab, tidak ada yang dia takuti apa-apa. Rasul SAW menyampaikan ini ketika situasi genting atau perang. Tapi ada visi beliau, Islam itu hadir akan membawa kedamaian untuk seluruh dunia. Maka konflik akan berganti kedamaian, kejahiliahan akan berganti menjadi ilmu pengetahuan,'' papar ketua Ikatan Alumni Al azhar Indonesia ini.

Gubernur TGB juga memberikan contoh tentang bagaimana Almaghfurlah Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid pahlawan nasional Indonesia pertama dari NTB membangun dan mewujudkan visinya.

''Begitu juga dengan Almaghfurlah Maulana Syaikh, ketika beliau di Makkah dan akan pulang ke Lombok, beliau sudah memiliki visi. Apa visi beliau? Inilah perjuangan yang kita saksikan hasilnya saat ini,'' paparnya.

Biro Humas dan Protokol NTB