Kegiatan Gubernur

TGB : AGAMA MODAL UTAMA MEMBANGUN NEGERI

Bidang IKP Diskominfo NTB | Sabtu, 07 Oktober 2017 - 19:58:34 WIB | dibaca: 105 pembaca

Gubernur NTB, Dr. TGH M. Zainul Majdi , yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan  bahwa agama dan nilai nilai religiusitas yang dimiliki masyarakat Nusantara merupakan modal utama dan kekuatan terbesar dalam membangun negeri. TGB menguraikan bahwa Manusia Nusantara adalah manusia yang beragama dan religius. Nilai-nilai agama dan religiusitas itu dijadikan oleh para orang tua  atau founding father sebagai modal paling istimewa membangun bangsa, tuturnya. ''Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan kesadaran kita bahwa kita adalah manusia beragama,'' tegasnya.

Kesadaran kolektif dan keinginan luhur itulah yang pertama, yakni Iktiraf dulu baru membangun kesadaran kolektif.  Menurut Gubernur yang juga Ahli Tafsir Al Qur'an itu, Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar dan pedoman dalam mengatur hubungan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan  metayuris, yang mencerminkan  sejak awal, ada kesadaran bersama bahwa kita adalah mahluk Allah dan itu salah satu modal besar, ujarnya.

Gubernur TGB menguraikan hal itu dalam orasi ilmiah yang disampaikan di hadapan Rapat Senat Terbuka Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur'an Al-Hikam (STKQ AL-HIKAM) Depok Jawa Barat, dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan II dan pengukuhan mahasiswa baru STKQ, di Kampus STKQ AL HIKAM, Depok, Sabtu pagi, 7/10-2017.

STKQ AL-Hikam Depok Jawa Barat, merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi dan Ponpes besar yang didirikan oleh mendiang KH. Hasyim Muzzadi, seorang Ulama NU yang kharismatik, sekaligus juga tokoh bangsa yang banyak diteladani karena kearifan serta pemikiran dan gagasannya yang sangat konstektual.  Lembaga Pendidikan yang dihajatkan sebagai tempat terbaik menyiapkan para Pemimpin Bangsa yang berkarakter kuat  ini, Gubernur TGB diundang secara khusus untuk menyampaikan orasi ilmiah.

Namun sebelum acara dimulai, Gubernur NTB yang juga Al Hafidz tersebut berkesempatan  bersilaturahmi dengan jajaran pengasuh Ponpes Al-Hikam dan melakukan ziarah kubur ke makam Kyai Haji Hasyim Muzadi untuk mendoakan almarhum. Usia ziarah di kubur tersebut, TGB menuju kediaman almarhum KH. Hasyim Muzadi, diterima putra terakhir beliau, KH.Yusron Saddiqi yang sekaligus juga sebagai pengasuh ponpes Al Hikam, KH. Yusron Sidiqi. Orasi ilmiah yang disampaikan TGB berjudul ''Pengamalan Nilai- Nilai Al Qur'an dalam Membangun Negeri''.

Di hadapan Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Ketua STKQ, H. Arif Zamhari, Ph.D dan ratusan undangan yang hadir, TGB diawal orasinya menyatakan memiliki kenangan yang sangat mengesankan dengan mendiang KH.Hasyim Muzzadi. Bahkan TGB mengakui sangat kagum dan terinspirasi dengan pemikiran dan ketokohan Almarhum semasa hidupnya.

Menurut TGB, beliaulah yang turut mendorong dan memotivasi dirinya maju untuk periode kedua menjadi Gubernur NTB. TGB kemudian mengungkapkan KH. Hasyim Muzzadi adalah sosok ulama  yang memiliki obsesi  dan menaruh harapan  besar kepada kita semua untuk meneruskan cita -cita beliau dalam membangun bangsa, di atas pondasi nilai-nilai masyarakat yang religius. Bahkan beliau kata TGB telah berkeliling turun ke masyarakat dari sudut-sudut desa hingga perkotaan di seluruh pelosok negeri ini untuk memotret kondisi ummat dan masyarakat kita, ujarnya.

Gubernur TGB, kemudian menguraikan keistimewaan dari bangsa Indonesia, dimana sejak awal telah memiliki kesadaran kolektif akan pentingnya agama dan nilai-nilai religius sebagai pondasi dalam membangun bangsa.

''Ketuhanan Yang Maha Esa  sebagai sila pertama dalam Pancasila sebagai dasar negara mencerminkan kesadaran kita bahwa kita adalah manusia beragama,'' tegasnya. Menurut Ahli Tafsir Al Qur'an itu, pancasila merupakan  metayuris, yang mencerminkan sejak awal ada kesadaran bersama bahwa kita adalah mahluk Allah dan itu salah satu modal besar, ujarnya menegaskan.

Biro Humas dan Protokol NTB