Berita NTB Bersaing

SESAMA ANAK BANGSA PERLU MERAWAT KEBERAGAMAN

Bidang IKP Diskominfo NTB | Senin, 03 Juli 2017 - 08:10:57 WIB | dibaca: 507 pembaca

Keberagaman suku, agama dan ras yang dimiliki Bangsa Indonesia saat ini merupakan karunia dan skenario Allah SWT. Maka keberagaman ini perlu dirawat dengan baik oleh sesama anak bangsa. Hal itu ditegaskan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat Live Program Indonesia Pagi TV One, dari halaman Pendopo Gubernur NTB di Mataram Nusa Tenggara Barat, Jum'at (23/06/2017).

Seperti yang diterangkan Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 13, bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dengan satu tujuan yaitu untuk saling kenal mengenal. Hal ini menurut Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu sangat tepat menggambarkan keberagaman Indonesia saat ini.

''Kita sebagai hamba Allah SWT tentu menyikapi keberagaman ini dengan saling menghargai, menjaga dan merawatnya,'' tegas TGB saat itu. Keberagaman ini menurut TGB akan menjadi kekuatan besar bangsa apabila dikelola dengan baik.

''Ini harus kita syukuri, karena tidak semua umat Islam di dunia dapat menikmati suasana Ramadhan, dapat beribadah dengan tenang seperti kita,'' ungkapnya.

Maka, lanjut TGB menjadi tugas kita semua untuk menjaga dan merawat karunia Allah SWT ini. Serta ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Untuk merawat karunia ini, Allah memberikan panduan karena keberagaman ini merupakan kontestasi ke hal hal yang baik dan ide ide yang konstruktif. Panduan itu berupa menghindarkan diri dari konflik sesama anak bangsa. Kalau konflik ini terjadi maka akan ada akibat besar yang timbul, yaitu anak bangsa akan mengalami kegagalan.

Allah mengingatkan kita akibat yang akan muncul apabila keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa ini tidak dirawat dengan baik. Kalau tidak disikapi dengan baik, maka yang muncul adalah permusuhan dan perpecahan, ujarnya. Akibat kedua adalah munculnya perselisihan.

Karena itu, TGB mengajak sesama anak bangsa untuk merawat keberagaman dan menghindarkan diri dari segala bentuk konflik yang memecah persatuan dan kesatuan, serta merobek semangat ke-indonesiaan kita sebagai bangsa.

 

Biro Humas dan Protokol NTB