Berita Instansi

SEMBILAN TAHUN TGB MENGINSPIRASI INDONESIA

Bidang IKP Diskominfo NTB | Rabu, 20 September 2017 - 14:07:14 WIB | dibaca: 225 pembaca

Waktu berjalan terlalu cepat, Ia mengalir bagaikan air deras, sehingga tak terasa sudah empat tahun TGB-Amin memimpin Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. Tak terasa pula sembilan tahun TGB memengang pucuk kepemimpinan di NTB. Di periode pertama (2008 - 2013), Tuan Guru Bajang DR. H.Muhammad Zainul Majdi yang akrab disapa TGB memilih Badrul Munir yang familiar disapa BM sebagai pendampingnya. Di bawah kepemimpinan TGB dan BM banyak prestasi telah ditorehkan. Beragam persoalan yang menjadi rapor merah bisa diselesaikan sehingga membawa NTB setara dengan daerah-daerah lain di Nusantara. Program unggulan 'PIJAR' diyakini membawa kesejahteraan warga Nusa Tenggara Barat muncul ditangan TGB yang berlatar pesantren dengan BM yang birokrat.

Promosi program 'Visit Lombok – Sumbawa' membuat NTB dikenal dimata nasional dan bahkan dunia. Pemindahan bandara Lombok Internasional Airport  (LIA) menjadikan NTB kian mudah dijangkau dunia. Sebanjar program unggulan yang pro rakyat tak henti di ihtiarkan TGB.

Atas prestasi ini, di tahun 2012 presiden Republik Indonesia (RI) menyamatkan Bintangg Maha Putra, salah satu penghargaan tertingi di Negeri ini. Pada tahun yang sama, presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih NTB untuk dijadikan tempat rapat kabinet. Dan dipenghujung tahun yang sama pula, anak muda yang peraih gelar Doktor Ilmu Tafsir Qur’an ini, dinobatkan sebagai salah satu 'tokoh perubahan' oleh Harian Republika.

Di periode kedua (2013-2018), anak muda itu kembali memimpin NTB. Gubernur termuda se Indonesia kembali diberi amanah untuk memimpin NTB didampingi Muhammad Amin sebagai wakilnya. Di periode ini, TGB tak henti memperjuangkan NTB hingga dikenal dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) mengundangnya untuk menyampaikan pemikiran dihadapan peserta sidang Konferensi United Nations Development Programs (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB, New York-Amerika Serikat tahun 2016 yang lalu.

Penanggulangan kemiskinan dan kelaparan, pencapaian pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender, dan Pemberdayaan Perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan Ibu, memerangi HIV/AIDs, malaria dan penyakit menular, memastikan kelestarian lingkungan hidup, dan membangun kemitraan global untuk pembangunan yang tertuang dalam program percepatan pembangunan bertajuk AKINO (Angka Kematan Menuju Nol) ABSANO (Angka Buta Kasara Menuju Nol) dan ADONO (Angka Drop Out Menuju Nol) menjadikan NTB meraih Millennium Development Goals (MDGs) Award atau Penghargaan Tujuan Pembangunan Milenium.

Selain itu, dari tangan-tangan terampil dan pemikiran birokrat yang membantunya, NTB juga memperoleh penghargaan 9 Top Inovasi Nasional dalam bidang pelayanan publik. Penghargaan itu merupakan keberhasilan Pemerintah Provinsi yang memfasilitasi masyarakat dalam upaya meningkaykan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan budaya bertutur menjadi budaya menulis dan meningkaykan ekonomi kreatif masyarakat di Desa melalui program Kampung Media.

Dari sederet prestasi diraih, menjadikan NTB menjadi perhatian pemerintah pusat. Melalui kebijakan presiden Jokowi, NTB mendapat tiga program prioritas. Melalui program perioritas ini, diyakini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB. Kawasan Ekonimi Khusus (KEK), Kawasan Teluk Saleh, Moyo, dan Tambora (SAMOTA), serta Global Hub Lombok di Kayangan Lombok membuat NTB terekspor di kanca Dunia. Di tangan anak muda itulah NTB menjadi artis di mata nasional dan bahkan internasional. Di tangan anak muda yang berlatar belakang santri itupula, dicetusnya NTB sebagai daerah destinasi wisata syariah. Sehingga tak heran TGB meraih penghargaan sebagai World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination dalam acara The World Halal Travel Summit/Exhbition di Abu dhabi pada tahun 2015 yang lalu. []