Program Unggulan

Rencanakan VLS 2015, Target Dua Juta Wisatawan Pariwisata Lombok-Sumbawa Semakin Mendunia

Administrator | Rabu, 10 Desember 2014 - 10:38:12 WIB | dibaca: 3839 pembaca

Rencanakan VLS 2015, Target Dua Juta Wisatawan Pariwisata Lombok-Sumbawa Semakin Mendunia

Program Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012 dilaunching Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, 6 Juli 2009 silam,  membawa angin segar bagi dunia pariwisata di NTB. Program ini telah mampu meningkatan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan. Sehingga, berdampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berkah semakin tumbuhnya pariwisata tidak hanya dirasakan para pelaku pariwisata di NTB, tetapi juga kelompok masyarakat lain yang tidak secara langsung bersentuhan dengan pariwisata. Sehingga wajar angka kemiskinan di NTB terus menurun secara signifikan.

Ruplan Efendy, salah seorang pedagang mutiara air tawar asal Karang Genteng Pagutan, mengakui, berkas yang diperoleh dari ramainya wisatawan yang datang ke NTB. Dari usaha yang dilakukan ini, bisa mengantongi keuntungan yang cukup besar, berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan. Mulai tumbuhnya dunia pariwisata dengan jumlah wisatawan yang terus meningkat ini, khususnya paska program VLS 2012 diluncurkan Pemprov NTB, sangat dirasakan. Sehingga, jumlah penjual mutiara juga semakin banyak ikut berkecimpung dalam bisnis mutiara air tawar ini. ‘’Kami minta agar program ini (VLS 2012) dilanjutkan, agar tamu semakin banyak lagi. Jika tamu ramai, pendapatan kami akan terus meningkat. Yang terpenting adalah bagaimana tamu terus ramai,’’ harapnya.

Berkah atas menggeliatnya dunia pariwisata, seiring dengan keberhasilan program VLS 2012 ini juga diakui Hafidz, penjual kaos T-Shirt khas Lombok asal Pagutan Mataram. Dari hasil penjualan baju yang dilakukan, Hafidz mampu meraup keuntungan hingga Rp 1 juta per bulan.

Dua tahun lalu, Hafidz tidak memiliki pekerjaan tetap, bekerja serabutan untuk menyambung hidup bersama keluarga. Melihat wisatawan yang semakin ramai datang ke NTB, akhirnya Hafidz mengambil keputusan untuk memulai usaha dengan menjual kaos. ‘’Saya bersyukur, adanya program VLS 2012 ini. Saya bisa mendapatkan pengasilan setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-ini. Saya harapkan program VLS ini terus dilanjutkan untuk kesejahteraan masyarakat NTB," tandasnya.

Pengakuan ini merupakan fakta atas keberhasilan program VLS dibawah kepemimpinan Gubernur NTB Dr TGH M Zainul Majdi. Jumlah wisatawan yang meningkat ini, semakin menggeliatkan dunia industry kreatif yang ada di NTB. Perajin produk industry kreatif nyaris tidak pernah sepi order, pelaku ekonomi yang terlibat juga semakin banyak. sehingga, fakta-fakta ini membuat tudingan atas kegagalan pemerintah hanya tidak berdasar.

Investasi di dunia pariwisata juga kian pesat, hingga akhir 2012, diperkirakan jumlah kamar hotel bertambah hingga 500 unit. Sebagai gambaran, jumlah kamar bintang dan non bintang di NTB saat ini mencapai 4.500 unit. Sehingga, pada 2013 mendatang, daya tampung kamar hotel di NTB semakin meningkat hingge menembus angka lebih dari 5.000 unit.

Penambahan kamar ini disumbang dari pengembangan sejumlah kawasan pariwisata, tidak hanya di Kota Mataram. Tetapi juga di tempat-tempat lainnya seperti Senggigi, Lombok Barat, kawasan tiga Gili Lombok Utara, maupun Mandalika Resort di Lombok Tengah. Belum lama ini, jaringan Hotel Santika telah beroperasi di Mataram,selanjutnya masih sedang dibangun Hotel Palm dengan konsep hotel lantai tinggi hingga belasan lantai. ‘’Beberapa hotel baru, sudah mau masuk berinvestasi di NTB. Mereka tidak akan begitu saja mau berinvestasi, tanpa melakukan analisa dan kajian secara mendalam terlebih dahulu,” terang Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra.

Bisnis travel agent juga kian meningkat, jumlah anggota baru ASITA yang merupakan organisasi perusahaan perjalanan pariwisata, saat ini mencapai 138 perusahaan. Saat ini, ASITA NTB sedang menyusun Travel Patern yang akan menjadi menjadi referensi perjalanan bagi para wisatawan. ‘’Ini adalah momen kita untuk terus memajukan pariwisata NTB. Program VLS 2012 memang telah terbukti merubah wajah pariwisata NTB yang sempat lesu saat tragedi bom Bali I dan II,’’ tandasnya.

Bagi Agus, tercatatnya NTB menjadi salah satu lokasi favorit untuk wisata MICE (Meeting,Incentive, Convention and Exhebition) ini, memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi tumbuhnya wisata di NTB. Sehingga permintaan akan jasa travel agent juga semakin meningkat.

Tidak hanya travel agent, pramuwisata juga merasakan berkah atas berkembangnya dunia pariwisata NTB. Saat ini, lebih dari 700 anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB, kini bisa hidup lebih sejahtera. ‘’Sebelumnya, karena tamu sepi, para guide sebagian menjadi TKI ke Korea, Jepang dan lainnya. Namun, melihat geliat pariwisata NTB maju, mereka pulang dan menjadi gudie berbahasa Korea dan Jepang,’’ tandasnya Wakil Ketua HPI NTB Akhmad Khairi.

Hanya orang-orang dengan pandanganand dislike (suka dan tidak suka,Red), yang bersuara sumbang dengan tidak mengakui prestasi yang dicapai dari sektor pariwisata saat ini. Adanya peningkatan jumlah kunjungan, sekaligus meningkatnya aktifitas ekonomi NTB dengan daerah lain ini, juga bisa dideteksi dari jumlah penumpang melalui Bandara International Lombok (BIL) yang mulai beroperasi setahun lalu. Saat baru dioperasikan, jumlah penumpang melalui BIL berkisar 1.500 orang hingga 2000 orang per hari. Kini, jumlah penumpang yang datang maupun yang bertolak dari BIL lebih dari 3.000 orang. Seperti pengakuan dari General Manager PT Angkasa Pura I BIL, Pujiono. ‘’Dalam beberapa tahun ke depan, diperkirakan jumlah penumpang akan terus bertambah.  Ini harus kita jaga dan perlu ditingkatkan," imbuhnya.

Rilis resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB juga menyajikan data yang segaris dengan fakta yang dirasakan masyarakat. Kepala BPS NTB H Soegarenda menyebutkan, per Oktober lalu, jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik mencapai 79.986 orang. Atau naik 11,31 persen dibanding bulan sebelumnya yang membukukan angka 71.857 orang. Begitu juga dengan jumlah penumpang pesawat yang datang dengan penerbangan internasional mencapai 2.811 orang atau naik 151,88 persen. Kenaikan jumlah penumpang ini terkait pembukaan sejumlah rute penerbangan baru, domestik dan internasional.

Benefit dari Wisatawan Capai Rp 3,1 Triliun
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB mencatat, manfaat yang diperoleh dari kegiatan pariwisata ini sangat besar, dari seluruh pengeluaran wisatawan, 20 persen habis untuk akomodasi, hiburan dan restorant. 25 persen untuk transportasi, 5 persen jasa dan 10 persen cinderamata.

Sehingga, dampak ekonomi dari sisi jumlah penerimaan pelaku pariwisata dari wisatawan domestik maupun mancanegara lebih dari Rp 3,1 triliun. Niai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pariwisata pada triwulan I tahun 2012 mencapai Rp 280 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai 28 juta dollar Amerika.
 
Kesuksesan ini juga tidak lepas dari keberpihakan anggaran daerah dan dari pemerintah pusat. Total anggaran VLS 2012 mencapai Rp 8,9 miliar.
‘’Saat ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB, sudah melebihi dari target, lebih dari satu juta. Ini dari data Kemanparekraf,’’ ungkap Kepala Disbudpar NTB Drs HL Gita Ariadi.

Dari survey Venue Magazine edisi Maret 2012, NTB menempati posisi kelima nasional sebagai daerah pilihan yang dikunjungi para wisatawan mancanegara di Indonesia. Peringkat pertama masih dipegang Bali, disusul Komodo, Jogjakarta dan Jakarta. NTB masih lebih menarik dan mendunia dimata para wisatawan asing dibandingkan destinasi tersohor lainnya, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara dengan bunakennya, maupun kawasan Raja Ampat di Papua.

Tidak hanya itu, survey ini juga menempatkan NTB di posisi ketiga, sebagai  penyelenggaraan wisata MICE nasional. Setelah Jakarta dan Bali. NTB, khususnya pulau Lombok, lebih unggul dibandingkan Jogjakarta, Solo, Batam, Surabaya, Makassar, Manado, Banten maupun bandung.

Survey ini, kata Gita, memperkuat hasil survey sebelumnya yang dilakukan Bank Indonesia Mataram dan Fakultas Ekonomi Universitas Mataram. Dalam risetnya menyebutkan, 90,45 persen wisatawan yang mengunjungi NTB akan kembali mengunjungi Lombok Sumbawa. ‘’Sekali lagi, fakta ini muncul ditengah fasilitas dan penataan obyek wisata yang masih terus harus kita benahi,’’ tegasnya.

Paska keberhasilan VLS 2012, Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Gubernur NTB Dr TGH M Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang, berencana meluncurkan program VLS Jilid II dengan target dua wisatawan di penghujung 2015. Semua pihak, telah berperan dengan baik untuk ikut serta menyukseskan VLS 2012. Sehingga, Disbudpar NTB akan menggelar Malam Apresiasi VLS 2012 tanggal 18 Desember, untuk memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam VLS 2012.(tim)