Berita NTB Bersaing

POLA SYARI’AH, BUKA AKSES EKONOMI LEBIH LUAS BAGI UMAT

Bidang IKP Diskominfo NTB | Jumat, 16 Juni 2017 - 10:02:31 WIB | dibaca: 241 pembaca

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengungkapkan kini pemerintah provinsi telah sampai pada pengambilan keputusan, yaitu mengkonversi Bank NTB menjadi bank syariah. Pola syari’ah ini semata-mata untuk membuka akses seluas-luasnya bagi umat untuk memperoleh kemudahan dalam layanan perbankan. Karena, menurut Gubernur yang akrab disapa TGB itu, tidak ada gunanya membahas sistem syari’ah, tetapi institusinya tidak ada, dan kenyataannya lembaga yang membuka akses itu sangat terbatas. Hal itu ditegaskan TGB TGB pada Rembuk Republik di Ballroom Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Nusa Tenggara Barat, Kamis (15/6/2017)

Gubernur menerangkan Agama Islam memiliki sistem yang menjadi kemanfaatan bersama dan tidak terpaksa dalam hal penandatanganan akad. Sebab substansi terpentingnya adalah masyarakat, tidak hanya membuka ruang keadilan bagi Islam tapi untuk semua masyarakat.

Karena itu, konversi tersebut menjadi solusi terutama memberikan layanan berupa akses cepat bagi umat. ''Insya Allah ada kemanfaatan untuk kita semua dan ada keberlanjutan di masa yang akan datang,'' jelas Gubernur pada acara yang bertajuk "Daya Dukung Sektor Keuangan Syari’ah dalam Mengembangkan Ekonomi Regional" itu.

TGB menambahkan, dalam kitab suci Al-Qur'an juga dijelaskan dalam ayat yang paling panjang, yakni ayat yang berbicara tentang transaksi keuangan, maka jikalau menggunakan pemahaman yang sederhana saja, maka jelas transaksi keuangan sangatlah penting.

''Insya Allah dengan kehadiran keuangan syariah kita bisa memetik banyak hal baik dan hal baik itu dapat terwujud bagi para perangkat daerah, dan bagi para pelaku keuangan syariah agar terus termotivasi untuk bekerja dan berikhtiar sungguh-sungguh pada masa yang akan datang'', ungkap orang nomor satu di NTB tersebut.

Acara tersebut merupakan rangkaian dari pesona Khazanah Ramadhan, Bumi Seribu Masjid, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Saat itu TGB didaulat menjadi menjadi Keynote Speech dan juga membuka secara resmi acara tersebut.

 

Biro Humas dan Protokol NTB