Kegiatan Gubernur

Peringatan Hari Anak Nasional 2016

Bidang IKP Diskominfo NTB | Senin, 25 Juli 2016 - 07:00:38 WIB | dibaca: 11311 pembaca

“Peringatan Hari Anak Nasional 2016 ini adalah peringatan hari anak pertama yang dilaksanakan di luar Istana Negara. Alhamdulillah suatu kehormatan bagi Nusa Tenggara Barat khususnya Kota Mataram  sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara nasional ini”, ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dihadapan tiga ribu anak yang hadir pada Acara Hari Anak Nasional yang digelar di Lapangan Sangkareang Kota Mataram NTB, Sabtu (23/7/2016).

Gubernur yang juga seorang Ulama ternama di NTB menyampaikan arti anak dari sudut pandang Al-Qur’an. “Sebagai seorang  muslim, kalau melihat bagaimana tuntunan Al-Qur’an dalam memandang dan mengartikan kehadiran anak ada 2 pendekatan. Yang pertama anak sebagai hadiah dan karunia dari Allah yang kita terima dengan penuh sukacita. Yang kedua, anak sebagai amanah ato titipan. Ada tugas dan tgg jwv kita memastikan anak-anak kita mendapat kesempatan untuk  tumbuh kembang yang baik sebagai mahluk Allah yang bisa memberikan  kontribusi yang baik untuk masyarakat, bangsa dan negaranya” jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan, Puan Maharani dalam sambutannya menilai tema “Akhiri Kekerasan Terhadap Anak” yang diangkat pada Hari Anak Nasional (HAN) kali ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi para orangtua untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pemenuhan kebutuhan dan perlindungan anak-anak kita. “Terpenuhinya segala kebutuhan mereka menjadi penunjang tumbuh kembang dan berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan anak indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan tentu saja sejahtera. Saya harap acara hari ini bukan sekedar acara seremonial saja , tetapi kita yang hadir disini mau melaksanakan dan mau melindungi anak-anak di seluruh Indonesia”, harapnya.

Adapun hak-hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi bersama antara lain hak untuk bermain, mendapat pendidikan dan perlindungan, hak mendapatkan nama dan identitas, status kebangsaan dan kewarganegaraan, hak mendapatkan makanan, akses kesehatan, rekreasi serta hak untuk berkembang  memiliki peran yang sesuai dengan kemampuan dan intelektual dan perkembangan usianya.

Disela-sela sambutannya, Puan mengajak beberapa peserta HAN naik keatas panggung. Ibu dua anak ini dengan antusias berdialog dengan anak-anak tersebut. Puan juga mengingatkan pada seluruh anak yang hadir pada pagi hari itu, “kalian adalah anak-anak Indonesia yang diharapkan memiliki karakter, ilmu pengetahuan dan teknologi  yg hebat, sehingga menang dalam persaingan, yang kelak yang akan mengubah masa depan Negara  Indonesia menjadi Negara yang maju. Oleh karena itu kalian harus tetap semangat belajar ilmu pengetahuan, rajin beribadah, giat berolahraga, kreatif dalam berkarya, berbakti kepada orangtua, serta mencintai negeri kita Indonesia. Persiapkan diri kalian menjadi apa saja yang kalian inginkan” pesannya.

Deklarasi pencegahan Perkawinan Usia Anak oleh 19 Bupati dan Walikota, Pemutaran film “stop kekerasan pada perempuan dan anak”, pembacaan suara anak Indonesia oleh 2 orang perwakilan Forum Anak Nasional, pembacaan dan penyerahan surat anti rokok Republik Indonesia, dan sejumlah pertunjukan lainnya yang ditampilkan sebagai rangkaian pagelaran acara HAN, dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi atau biasa kita kenal dengan sebutan Kak Seto dan sejumlah Bupati dan Walikota  se-Indonesia dan 3.000 anak dari kalangan pelajar SD, SMP, SMA, siswa berprestasi, siswa berkebutuhan khusus dan anak-anak Yatim Piatu dari seluruh Indonesia. (foto source : LI)