Berita NTB Bersaing

PEMUDA, “THE POWER OF NATION”

Bidang IKP Diskominfo NTB | Rabu, 15 November 2017 - 06:51:47 WIB | dibaca: 72 pembaca

Gubernur NTB, Dr.TGH.M. Zainul Majdi menegaskan pemuda merupakan kekuatan bagi suatu bangsa (Power of nation). Mereka memiliki peran yang sangat strategis dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. ''Para pemudalah yang mempelopori kemerdekaan Indonesia, juga penggerak sumpah pemuda. Inilah bukti nyata peran penting pemuda secara konstruktif sebagai sendi dari kekuatan Republik Indonesia,'' ungkap Gubernur.  Karenanya, Gubernur berpesan kepada para pemuda dan seluruh mahasiswa agar selalu menjadikan diri sebagai pengawal konsesus kebangsaan yaitu Pancasila dan NKRI. Para anak muda juga dimintanya untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi masyarakat dunia, dengan mengedepankan idealisme dan karakter bangsa yang penuh legacy, tradisi dan sejarah panjang sebagai suatu bangsa. Sebab kepahlawanan secara universal, menurut  Gubernur yang lebih akrab dengan sapaan Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut, adalah kemampuan untuk berkontribusi secara konsisten kepada masyarakat.  Lebih-lebih jika dikaitkan dengan hakekat dan tujuan penciptaan manusia  yang menempatkan kita dalam ruang dan waktu, maka menurut Gubernur TGB,  ruang itu adalah NKRI yang kaya akan keanekaragaman suku, bangsa, agama dan adat istiadat.  Sedangkan,  waktu itu adalah masa sekarang dan  masa yang akan datang. ''Tugas kita adalah menjaga dan membangun bumi Indonesia ini dengan sebaik-baiknya,''tutur TGB.

Gubernur yang juga cucu Pahlawan Nasional Maulana Syaikh, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid tersebut, menyampaikan hal itu saat memberi kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan Sumatera Utara, Selasa (14/11/2017) dengan tema ''Peranan Pemuda dan Institusi Pendidikan dan Mengilhami Perjuangan Pahlawan". Nama Universitas terkemuka di Sumut tersebut diambil dari Nama tokoh pendidikan ''Nommensen'' kelahiran Jerman.

Di hadapan Rektor UHN, Dr. Ir. Sabam Malau dan Pengelola yayasan, Pendeta Pintor Sitanggang serta segenap civitas akdemika yang hadir, Gubernur TGB menegaskan tidak ada negara di dunia ini yang memiliki keberagaman seperti Indonesia dan masih tetap eksis sebagai sebuah negara.  Beliau mencontohkan beberapa negara lain yang didirikan hampir bersamaan dengan Indonesia, seperti  Yugoslavia yang didirikan oleh Joseph Brozz Tito, tokoh yang tidak kalah besar pengaruhnya di dunia jika  dibandingkan Gamal Abdul Nasser, Ir. Soekarno, Jawaharlal Nehru dan tokoh-tokoh lainnya, namun kini negara Yugoslavia itu telah terpecah belah. ''Tuhan masih menghendaki kita sebagai satu bangsa'', tegas TGB.  Menyikapi peran Pemuda, TGB menyatakan bahwa pemuda adalah energi of power bangsa Indonesia, terutama pada masa masa yang akan datang seiring dengan bonus demografi 2010-2030. TGB meyakini bahwa dengan populasi yang banyak secara kuantitas dipadukan  dengan kualitas SDM yang tangguh maka tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti Indonesia akan menjadi bangsa pemimpin dunia.

Kepahlawanan, menurutnya dapat dilakukan oleh siapapun sepanjang mampu berkontribusi nyata kepada masyarakat dalam bidang apapun, baik itu pendidikan, politik, sosial, ekonomi dan budaya. Contohnya sosok Nommensen. Meski merupakan tokoh kelahiran Jerman, namun namanya dikenang bahkan melekat menjadi nama universitas terkemuka di Sumatera Utara ini.  ''Kalau Nommensen saja yang lahir jauh dari Indonesia, tapi mau berkorban dan berjuang bagi pendidikan Indonesia apalagi kita sebagai putra /putri bangsa ini,'' pungkasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Universitas HKBP Nommensen sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari pahlawan ke 72 Tahun 2017. Dalam sambutan singkatnya Rektor Universitas HKBP Nommensen, Dr. Ir. Sabam Malau menyampaikan ucapan terima kasih atas keluangan waktu Gubernur NTB memenuhi undangan universitas. ''Sungguh luar biasa, beliau berkenan datang dari jauh untuk berbagi ilmu dengan kita, terutama berbagi pengalaman dan keberhasilan memimpin NTB selama dua periode ini,'' ujarnya.

Biro Humas dan Protokol NTB