Berita Media

Pariwisata Lombok Bisa Kalahkan Bali

Bidang IKP Diskominfo NTB | Selasa, 31 Januari 2017 - 08:33:43 WIB | dibaca: 1805 pembaca

Keindahan alam di Pulau Lombok itu sudah bagus. Di Bali tidak begitu. Kalau diibaratkan Lombok ini seperti bumi emas, tinggal di poles biar mengkilap
Mataram (Antara NTB) - Dekan Fakultas Musik dan Seni Persembahan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia Prof Zaharul Lailiddin Bin Saidon, menilai Pariwisata Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok ke depan bisa mengalahkan Bali.

'Keindahan alam di Pulau Lombok itu sudah bagus. Di Bali tidak begitu. Kalau diibaratkan Lombok ini seperti bumi emas, tinggal di poles biar mengkilap,' kata Zaharul Lailiddin Bin Saidon di dampingi Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal di Mataram, Senin.

Menurut dia `branding` Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid dan destinasi wisata halal terbaik di dunia sudah cukup bagi NTB, khususnya Lombok semakin lebih di kenal wisatawan.

'Selama ini destinasi wisata yang dikunjungi orang Malaysia itu Jakarta, Bandung dan Solo. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir Lombok mulai dikenal wisatawan asal Malaysia,' terangnya.

Namun demikian, yang perlu di garis bawahi, menurut Dekan Fakultas Musik dan Seni UPSI Malaysia itu Lombok tidak perlu meniru Bali. Tetapi harus bisa menampilkan identitas Lombok sendiri.

'Lombok ini unik jadi tidak perlu harus meniru Bali. Tidak selamanya menonjolkan pantai atau tenun. Tetapi perlu ada nilai tambah sebagai media promosi memperkenalkan Lombok, salah satunya bisa melalui musik dan seni budaya,' jelasnya.

Tidak hanya itu, ia menilai seni dan budaya lokal harus sering di tampilkan. Mulai dari sejarah, kebudayaan, dan musik yang perlu terus dipromosikan. Hal ini bisa lebih dikenal oleh wisatawan.

'Sekarang pelancong dari Malaysia ke Lombok periode akhir 2016 dan awal 2017 itu sudah menjadi nomor satu wisatawam mancanegara,' kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal.

Ia menuturkan untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan asal Malaysia, pihaknya juga perlu membangun kerjasama dengan universitas asal Malaysia. Salah satunya, Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.

'Selain keindahan alam, jualan NTB itu atraksi seni, budaya dan desain. Makanya untuk membangun itu perlu MoU antara pemerintah provinsi dengan UPSI Malaysia,' katanya. (*)