Kegiatan Gubernur

NEGARA AKAN KOKOH, BILA PEMUDANYA CINTA AL-QURAN

Bidang IKP Diskominfo NTB | Rabu, 07 Juni 2017 - 13:19:52 WIB | dibaca: 225 pembaca

Saat memberikan Kultum di Masjid Al-Lathiif di Jalan Suren, Kota Bandung ( Senin, 5/6/2017), Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi kepada ribuan jemaah yang hadir saat itu, sebagian besar anak muda, mengingatkan negara sekecil apapun yang di dalamnya ada anak muda dengan karakter keimanan yang kuat, maka tidak bisa ditembus dengan ancaman apapun. Demikian pula Indonesia yang kita cintai ini, akan menjadi negara yang kuat dan kokoh selama anak mudanya Cinta Al-Quran, ungkap Gubernur. 

Di Masjid yang berlokasi di kawasan strategis itu, TGB disambut Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Allatif, H. Imam bersama ribuan jemaah anak muda yang antusias mengikuti tausiyah dari Gubernur NTB yang juga ulama kharismatik.

Dalam kultumnya, TGB mengungkapkan bahwa Masjid Al-Lathiif merupakan oase bagi masyarakat di Bandung. Oase yang dapat memberikan ketentraman dan ketenangan di hati kita semua, ujarnya. TGB merasa sangat bersyukur ketika sampai di masjid itu, beliau dapat menyaksikan anak anak muda yang sibuk dan khusuk membaca Al Qur'an. Ada yang membacanya dari mushab dan ada pula yang membaca Alquran dari android HP.

Pada waktu itu, Gubernur TGB juga mengingatkan kepada jamaah yang hadir di Masjid Al-Lathiif tersebut, bahwa sebaik - baik sambutan atau penerimaan adalah pembacaan kalam Illahi.

Gubernur lulusan Universitas Kairo Mesir itu mengaku sangat takjub dengan aktifitas pemuda hijrah yang ada di Masjid tersebut, dan berharap nantinya akan menjadi satu revolusi kedepan dan menghadirkan keberkahan dan kebaikan bagi bangsa kita tercinta ini, tuturnya.

Dalam Islam, kata TGB, ada dua macam pemuda, pertama barrun, artinya seorang yang memiliki kesalehan sosial yang tinggi, suka menolong, mengulurkan tangan dan membantu. Pendek kata, memiliki solidaritas yang tinggi, paparnya

Kemudian yang kedua, taqiyyun adalah pemuda yang memiliki ketaatan dan ketakwaan dan menjadi benteng dalam dirinya. Karenanya, bila di dalam diri kita memiliki potensi barrun dan taqiyyun maka akan menjadi karrimun, yakni pemuda yang mulia di sisi Allah SWT.

 

Biro Humas dan Protokol NTB