Kegiatan Gubernur

MARI TEBAR KEBAIKAN SEBAGAI PILIHAN HIDUP

Bidang IKP Diskominfo NTB | Senin, 19 Juni 2017 - 08:23:28 WIB | dibaca: 75 pembaca

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengajak masyarakat dan seluruh umat Islam untuk menebar sekaligus mengutamakan kebaikan di tengah banyaknya pilihan hidup saat ini. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausyiah di hadapan jama’ah sholat subuh Masjid Jami’ At-Taqwa, Minomartani, Sleman Yogyakarta, Minggu (18/06/2017).

Ia menegaskan bahwa dalam usia kita yang sependek-pendek ini, atau bahkan sepanjang-panjangnya, banyak amal dan aktivitas yang menjadi pilihan hidup. Tinggal mau jadi apa kita, tutur Gubernur alumni Mesir itu di hadapan ratusan jama’ah yang membludak tersebut.

Gubernur yang akrab disapa TGB ini kemudian mengilustrasikan pilihan kebaikan itu dengan sebuah kisah. Ahli tafsir itu mengisahkan seorang pedagang besar yang juga mencintai keimanan dan kesholehan. Suatu hari, pedagan itu keluar rumah untuk pergi berniaga. Di tengah jalan dia bertemu dengan seekor burung yang patah sayapnya. Burung itu mengalami kesulitan terbang bahkan untuk bergerak sedikitpun tidak bisa. Kemudian pedagang itu bertanya dalam hati, bagaimana burung ini bisa lepas dari kesulitan itu. Bagaimana burung ini mendapatkan makan untuk memperoleh kekuatan dalam dirinya. Sesaat kemudian, pedagang itu melihat seekor burung yang memiliki kepakan sayap besar yang membawa makanan. Dalam hati pedagang itu, ini rupanya mahluk utusan Allah yang mengantarkan rezeki Allah kepada burung pesakitan ini.

Pedagang itupun pulang dan menemui gurunya, Ibrahim Bil Anam. Dan dia ceritakan peristiwa yang terjadi dengan burung tadi. Di hadapan gurunya ia menyampaikan bahwa dia tidak ingin lagi jauh-jauh berniaga. Dia hanya ingin beribadah, berdo’a dan melepaskan diri dari hal-hal yang bersifat duniawi. Karena Allah sudah menyediakan rezeki baginya, bahkan menurutnya burung yang sakitpun itu sudah mendapatkan rezeki dari Allah. Namun, sang guru menjawab, ''kenapa kamu memilih menjadi burung yang patah sayapnya? Kenapa kamu tidak memilih menjadi burung yang kuat dan bisa membawa rezeki bagi burung yang lain,'' cerita TGB. Saat itu, lanjut TGB sang pedagang tersungkur dan mencium tangan gurunya.

Kisah ini, walaupun sederhana menurut TGB, dapat memberi gambaran bahwa dalam hidup ini selalu ada banyak pilihan. Mau menjadi orang menerima kebaikan atau menjadi orang yang selalu memberi dan mendistribusikan kebaikan kepada banyak orang. ''Kuncinya adalah fastabiqul khairaat, berlomba-lomba dalam kebaikan,'' tutur Gubernur alumni mesir itu.

Dalam konteks pilihan hidup, TGB menghimbau umat untuk selalu mengutamakan suatu pekerjaan, perbuatan yang banyak memberikan manfaat dan kebaikan pada banyak orang.

 

Biro Humas dan Protokol NTB