Berita NTB Bersaing

KESEHATAN MATA FAKTOR PENTING BAGI KEHIDUPAN

Bidang IKP Diskominfo NTB | Jumat, 13 Oktober 2017 - 06:54:38 WIB | dibaca: 68 pembaca

Penglihatan dan kesehatan mata  adalah salah satu faktor penting dalam seluruh proses kehidupan dan proses belajar anak. Sehingga jika penglihatan bermasalah​ maka berdampak buruk pada perkembangan anak, pendidikan serta partisipasinya sebagai generasi penerus bangsa.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si, menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Penglihatan Sedunia Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang dipusatkan di SDN 11 Mataram, Kamis (12/10/2017).

Saat itu,  Wagub kelahiran Sumbawa tersebut mengingatkan perlunya kerjasama dari semua pihak dan semua sektor yang berhubungan langsung dengan anak-anak seperti sektor pendidikan  dan kesehatan dalam mengawal dan menjaga kesehatan anak selaku generasi penerus bangsa. ''Bagian dari ikhtiar yang kita lakukan sampai hari ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan khususnya kesehatan mata,'' ujarnya.

Ia berharap semua pihak  meningkatkan perhatian dan memikirkan berbagai inovasi dan langkah cerdas  dalam menjamin penglihatan mata anak-anak agar dapat terus maju, terus membangun dan berkarya.

Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) setiap tahun jatuh pada hari kamis minggu kedua di bulan Oktober. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk memusatkan perhatian global terhadap kebutaan dan gangguan penglihatan. Tahun ini peringatan Hari Penglihatan Sedunia jatuh pada Kamis, 12 Oktober 2017. Peringatan pada hari ini sekaligus dirangkai dengan peluncuran proyek ''Seeing is Believing'' oleh The Fred Hollows Foundation (FHF).

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana S. Sos., M.H yang turut hadir pada acara tersebut mengapresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya acara tersebut. ''Saya sangat apresiasi kegiatan Peringatan hari penglihatan sedunia yang diselenggarakan di kota Mataram ini. Ini merupakan salah satu kepedulian internasional terhadap isu-isu global yang berkaitan dengan persoalan kebutaan dan masalah penglihatan. Dengan adanya kegiatan ini InsyaAllah akan semakin membuka kesadaran dan memberikan motivasi pada kita semua dan tentunya pada pemerintah dan stakeholders untuk memfokuskan perhatian kita pada persoalan-persoalan penglihatan ini'', ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. Nurhandini Eka Dewi M. Kes., SPA melaporkan bahwa FHF telah menandatangani MoU dengan Kementerian Kesehatan dan dinas Kesehatan Provinsi NTB terkait peluncuran proyek ''Seeing is Believing'' yang akan dilaksanakan di  5 kabupaten/kota se NTB yaitu di kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Sumbawa Barat.

Proyek ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kesehatan mata kepada staf puskesmas di 97 puskesmas di 5 kabupaten kota se NTB, memberikan pelatihan screening untuk 3500 guru SD dan SMP, melakukan screening terhadap 550 ribu siswa SD dan SMP dan akses mendapatkan kacamata bagi yang membutuhkan, merujuk anak-anak yang memiliki masalah mata kompleks sampai mendapatkan rujukan rumah sakit tipe A, memberikan pendidikan kesehatan mata bagi semua siswa SD dan SMP, membuat sistem distribusi kacamata yang berkualitas baik dengan harga rendah di NTB, mendirikan Vision Center di Balai kesehatan Mata Masyarakat Mataram, sosialisasi dalam rangka menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mata.

Selanjutnya Wakil Gubernur didampingi Wakil Walikota Mataram dan  Kepala Dinas kesehatan Provinsi NTB bersama Perwakilan FHF dan Perwakilan Standard Chartered Bank menyerahkan kacamata kepada 13 siswa SDN 11 Mataram.

Biro Humas dan Protokol NTB