Kegiatan Gubernur

JADIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

Bidang IKP Diskominfo NTB | Kamis, 15 Juni 2017 - 11:26:23 WIB | dibaca: 58 pembaca

Saat menyampaikan kajian di hadapan sejumlah dokter dan mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Selasa 13/06/2017, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menguraikan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup atau rujukan dan sumber inspirasi kehidupan manusia. Pada acara kajian yang dirangkai dengan buka puasa bersama itu, gubernur menguraikan bahwa untuk menjadikan ''Al-Quran sebagai Sumber Inspirasi Dalam Kehidupan'' manusia harus terlebih dahulu diperkenalkan hal-hal mendasar yang ada dalam diri manusia itu sendiri. ''Yaitu mengenalkan sang pencipta, mengenalkan zat, sifat dan karya Allah SWT kepada manusia,'' tegasnya. 

 

 

Diuraikannya, bahwa dalam catatan sejarah, bagaimana seorang penggembala kambing bisa menjadi raja dunia, yang merubah tatatan peradaban manusia. ''Resepnya adalah Laa ilaaha Illallah Muhamadurrasuulullah,'' jelas Gubernur TGB. Ternyata, kalimat tauhid tersebut menurut TGB mampu mengangkat dan mencabut segala macam kendala dan permasalahan yang dialami manusia. Kendala dan belenggu, baik yang terlihat maupun tidak terlihat, sepenuhnya dapat diselesaikan dengan kalima tauhid tersebut.

 

TGB menceritakan, kisah Nabi Musa dan Nabi Harun ketika ditanya oleh Firaun. Siapa tuhanmu Musa?. Musa menjawab tuhan kami adalah yang memberikan kehidupan bagi semua dan memberikan panduan agar mahluk bisa menjalani hidup dengan baik. ''Allah pencipta dan pemberi hidayah,'' ungkapnya.
TGB juga mengupas Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 185. Dalam ayat ini, manusia perlu memahami tingkat kesadaran manusia menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi. Level pertama, mengupas kalimat Hudallinas, Al-Qur’an sebagai petunjuk. Pada tingkatan ini, menurutnya manusia menyadari dan meyakini sepenuh hati bahwa Al-Qur’an itu merupakan kalamullah. Manusia pada level ini meyakini bahwa Al-qur’an ini membawa kebaikan dan memberi kemenangan bagi manusia. Bahkan, dalam keadaan susah, manusia menjadikan Al-Qur’an sebagai tempat terakhir untuk mencari ketenangan. ''Ini bersifat temporer. Yang penting, yakin. Dan ini belum cukup,'' ungkap orang nomor satu di NTB tersebut.

 

Pada tingkatan kedua, manusia berada pada posisi wa bayyinatimminal huda, yaitu mengacu pada proses intelektualitas manusia dalam tumbuh kembang di dunia, terang Gubernur TGB. Ketika manusia mencari ilmu, maka mereka berusaha mengaitkannya dengan ketuhanan. Belajar tentang alam, tentang ilmu-ilmu kontemporer, berusaha dikaitkan dengan ketuhanan. Sehingga, ketika manusia memiliki dan mempelajari suatu ilmu, apalagi Ilmu pengetahuan mengambil porsi besar dalam kehidupan manusia, tidak bisa lepas dari keterkaitan dengan sang pencipta, ujarnya. Namun, mengaitkan ilmu pengetahun dengan ketuhanan, menurut gubernur belum lengkap, apabila manusia tidak berada pada level Wal Furqan.

 


''Pada level ketiga ini, kita tidak hanya yakin, tidak hanya ilmu yang dikaitkan dengan ketuhanan, tetapi di dalam seluruh aktifitas kita, dalam isu apapun, kita akan merespons dengan Al-Qur’an. Inilah level yang diharapkan,'' jelas TGB. Pada tingkatan ini, manusia sadar dan meyakini bahwa Al-Qur’an merupakan kalamullah yang pada proses intelektualitas, berusaha mengaitkan dengan sang pencipta dan pada gilirannya mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai jati diri dan akhlak manusia. Al-Qur’an sudah menjadi darah daging, sehingga seluruh Al-Qur’an tercermin dalam seluruh aktivitas manusia.
''Maka, mari kita coba memahami ayat ini dimanakah posisi kita. Pada level mana kita berada saat ini?,'' tanya Gubernur sebelum menutup kajian dan melakukan buka puasa bersama. 


Kajian yang bertajuk, Al-Qur’an sebagai Sumber Inspirasi kehidupan, tersebut digagas mahasiswa kedokteran Unram yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Sentra Kerohanian Islam (SKI) As-Syifa, FK Unram. Hadir saat itu, Pembantu Rektor I, Unram, H. Lalu Wirasapta Karya dan Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Hamsu.

Biro Humas dan Protokol NTB