Berita SKPD

INI NAMANYA MANDIRI

Bidang IKP Diskominfo NTB | Rabu, 08 November 2017 - 07:17:30 WIB | dibaca: 74 pembaca

''SPP sekolah saya sudah lunas.'' ungkap Irfan Asmawan Hadi pada tim media Diskominfotik, Jumat (03/11).

Sebut saja Irfan Asmawan Hadi merupakan salah satu pemuda dari sekian pemuda Indonesia yang bersekolah dengan biaya sendiri. Bukan hanya sekolah biaya hidupnyapun ditanggung sendiri. Setiap hari pemuda ini menghasilkan setidaknya 50 ribu sampai 70 ribu perhari. Mengajar adalah salah satu kiat generasi muda ini untuk menghasilkan uang lebih. Selain dapat menyalurkan ilmunya.

Siswa SMK Negeri 2 Mataram ini sangat malu ketika harus diberikan uang jajan setiap hari oleh orang tuanya. Sehelai bajupun yang diberikan oleh ayahnya enggan diterima. Pemuda asal Mataram ini merasa membebani ayahnya yang harus menyisihkan uang jajan untuknya dan adik-adiknya.

Kemandirian dalam finansial adalah hal yang perlu dilakukan semasa remaja jelas Irfan kepada tim media.

 

Selain mandiri, lelaki ini juga merupakan salah satu anak bangsa yang inovatif dan memiliki semangat yang membara.  aktif dalam seni, keagamaan dan juga olahraga.  Sebagai salah satu siswa multitalenta, diberbagai event Ketua Remaja Musholla (Remus) ini sering diikutsertakan. ''Saya sering mengikuti lomba berbagai kategori.'' Imbuhnya.

Menjadi generasi millenial justru tidak membuat anak sulung dari tiga bersaudara ini lupa dengan agama. Diakuinya, tetap menyebarkan kebaikan dan berpegang teguh pada agama merupakan kunci hidup. Irfan sapaan akrabnya  menyalurkan ilmu membaca alquran kepada siswa muslim di sekolah.

Kepercayaan diri dipupuk sejak menjadi salah satu siswa di SMK Negeri 2 Mataram dan berkonstrasi di Akuntansi. Pemuda ini memilki semangat untuk menjadikan SMKN 2 Mataram lebih maju dan unggul. Ketika ditanya tentang melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi pemuda ini justru masih belum tahu pasti dapat masuk universitas walaupun memiliki keinginan menjadi mahasiswa. Kerja paruh waktu kerap dilakoni siswa yang masih kelas 2 SMK ini. Hal tersebut merupakan kiat untuk mewujudkan keinginan bersekolah. ''Pemuda harus mampu membawa perubahan,'' katanya.(Nadya_IKP)