Berita NTB Bersaing

INGATKAN & BERI ILMUNYA UNTUK MENJAUHI OBAT- OBAT TERLARANG

Bidang IKP Diskominfo NTB | Senin, 13 November 2017 - 07:01:13 WIB | dibaca: 65 pembaca

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh Amin, SH., M. Si mengajak seluruh pihak agar perduli dan waspada terhadap trend peredaran berbagai jenis obat-obatan ilegal dan terlarang yang merusak masyarakat dan masa depan bangsa kita. Keperdulian itu hendaknya diwujudkan dengan terus mengingatkan anak-anak dan generasi muda akan bahaya yang timbul jika menyalahgunakan atau coba-coba mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan berbahaya, apalagi yang dipasarkan secara ilegal.

Maka untuk mengeliminasi penyalahgunaan narkoba tersebut,  menurut Wagub, kepada para pemuda dan anak anak remaja sejak dini penting dibekali pendidikan budi pekerti dan etika dalam bergaul. Juga penting diberi  pemahaman atau pengetahuan yang baik  tentang berbagai jenis obat-obatan yang dapat menimbulkan efek bahaya bagi kesehatan fisik dan mental.  Seperti Karisoprodol, Tramadol, Haloperidol, Triheksifenidil dan berbagai jenis/merks obat berbahan adiktif lainnya. Obat-obat terlarang tersebut akan merusak sistem syaraf pusat yang nantinya akan menyebabkan ketergantungan serta merusak aktivitas mental dan perilaku bagi yang memakainya.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Gubernur kelahiran Sumbawa tersebut saat membuka Sarasehan Pemberantasan Penyalahgunaan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat obatan berbahaya, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Sabtu (11/11/17).

Pada Sarasehan yang digelar guna meningkatkan pengetahuan peserta tentang penyalahgunaan obat serta menggalang komitmen bersama dengan lintas sektor dan para siswa SMA/MA dalam pemberatasan penyalahgunaan obat tersebut, Wagub meminta genarasi muda untuk menjauhi penyalahgunaan obat-obat terlarang.

Menurutnya, kata kunci upaya preventif yang harus dilakukan adalah pendidikan. ''Mari kita berikan ilmunya agar para generasi penerus bangsa ini tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,'' ajaknya.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Mataram, Dra Ni GAN Suarningsih, Apt, MH, melaporkan dalam kurun waktu 2015-2017, sekitar 165 jiwa yang terdata melakukan konsultasi ke BNN Provinsi NTB dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat mempunyai peranan penting dalam pengawasan peredaran obat-obatan ilegal. ''Jangan sampai kejadian pada beberapa bulan lalu terjadi di NTB, yakni kasus penyalahgunaan obat ilegal di Kendari, yang diakibatkan oleh pil PCC dan telah menelan korban'', ungkap Suarningsih.

Ia juga melaporkan bahwa Badan POM menyelenggarakan kegiatan tersebut bekerja sama dengan pemerintah Provinsi NTB, perangkat daerah dan Dinas Kesehatan NTB. Kegiatan ini perlu dilaksanakan untuk mencegah dan mengatasi penyalahgunaan obat terutama di kalangan generasi muda dan pelajar.

Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepaka BNN Provinsi NTB, Direktur Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB, 325 murid dan guru dari SMA dan MA se-kota Mataram. Acara diakhiri dengan Penandatanganan komitmen bersama lintas sektor dan siswa tentang pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Provinsi NTB.

Biro Humas dan Protokol NTB