Kegiatan Gubernur

ILMU YANG DIMILIKI GUBERNUR TGB, SANGAT DIBUTUHKAN MASYARAKAT

Bidang IKP Diskominfo NTB | Senin, 02 Oktober 2017 - 07:28:07 WIB | dibaca: 134 pembaca

Masyarakat Kota Pekalongan, sebuah Kota kecil di Jawa Tengah dengan keberagaman dan kemajemukan masyarakatnya ternyata sudah  begitu mengenal Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, namun  nama yang lebih dikenal adalah TGB sapaan akrab Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang.

''TGB ini adalah sosok yang sudah lama kami dengar dari media massa maupun media sosial sehingga hari ini kami sangat bersyukur bisa berjumpa langsung dengan TGB,'' ungkap Ketua Takmir Masjid Al Iklas Kota Pekalongan, H. ZAIZ saat menyampaikan kata sambutan penerimaan pada acara Pengajian Akbar kerjasama pemerintah Kota Pekalongan bersama pengurus masjid Al Ikhlas kawasan bundaran Jetayu Kota Pekalongan Jawa Tengah, Minggu, (1/10-2017). Ratusan masyarakat dan jamaah masjid Al Ikhlas Kota Pekalongan  tampak sangat Antusias mengikuti pengajian Akbar tersebut, dan  dengan sabar menunggu tibanya Gubernur TGB di lokasi acara, meski harus menunggu beberapa jam sebelum sholat ashar dan acara di mulai.

Penjabat Pelaksana  Tugas Walikota Pekalongan H. SYAILANI dalam sambutannya menyebut Gubernur NTB sebagai seorang Kyai, tetapi juga pejabat pemerintahan. ''Harus diakui tokoh seperti Gubernur TGB ini, masih sangat langka di negara kita saat ini,'' ungkapnya. Walikota Pekalongan menegaskan bahwa Ilmu yang dimiliki TGB selaku ulama dan Umara sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama dalam menghadapi problema bangsa saat ini, tegasnya.

Karena itu, ia berharap  kehadiran sosok Tuan Guru Bajang di tengah-tengah masyarakat dan Pemkot Pekalongan, akan dapat berbagi ilmu dan menginspirasi bagi jajarannya. Dituturkan oleh Walikota bahwa masyarakat kota Pekalongan adalah Masyarakat yang religius. Walaupun kehidupan masyarakatnya yang majemuk karena terdiri dari berbagai golongan, etnis dan agama, namun tetap harmonis dan taat beribadah, ujarnya.

Mengawali Tausyiahnya, Gubernur TGB mengajak hadirin untuk senantiasa bersyukur dan memperbanyak perjumpaan. Karena menurut Gubernur yang juga Ahli Tafsir AlQur'an itu, dengan memperbanyak perjumaan secara langsung merupakan wujud ukhwuah dan silaturrahim. ''Manusia yang baik adalah Manakala mampu mensyukuri nikmat dan jangan sampai lebih banyak perjumpaan di dunia maya dibandingkan dunia nyata'' ungkap TGB.  Sembari mengutip salah satu ayat dalam Al Quran yakni Surat Al Hujurat ayat 13

''Sesungguhnya Allah menciptakan laki dan perempuan, berbangsa dan bersuku suku untuk saling mengenal satu sama lainnya,'' demikian firman Allah dalam Al Qur'an ungkap TGB. Dari ayat tersebut, menurutnya  ayat tersebut menunjukkan bahwa kemajemukan bangsa ini semuanya adalah skenario Allah, bukan skenario manusia. Sehingga manusia tidak bisa memaksakan untuk membuat skenario menjadi satu suku, satu agama dan lainnya.

''Tugas manusia bukan membuat skenario hidup tapi menjalani hidup'', tegas Tuan Guru Bajang.

Gubernur Al Hafizd itu menegaskan Manusia hanya menjalani hidup sesuai skenario Allah. Maka manusia harus siap menjalani hidup sesuai kodrat. Hidup sebagai Fahayiakum, yaitu kasih sayang Allah yang membuat kita dari tidak ada menjadi ada, ungkapnya.

Menurut TGB, hal itu mempetegas bahwa manusia, tugasnya bukan untuk mengganti skenario tetapi menjalani hidup, bukan merubah keragaman tapi menjalani dan menjaganya.

Dengan keragaman, kata TGB maka kita Bisa saling berbagi ilmu. ''Bagaimana membuat batik yang bagus maka dipekalongan tempatnya. Tetapi kalau mau belajar membuat sambal cabai rawit yang enak  maka datanglah ke Lombok'', ungkap TGB memberi ilustrasi. Dalam pandangannya  perbedaan  juga bagian dari ujian, sekaligus kesempatan bagi kita semua untuk merajut keberagaman menjadi sebuah konsensus berbangsa dalam membentuk Indonesia.

Selanjutnya, TGB- menguraikan apa yang kita bisa dilakukan sebagai khalifah?. Menurutnya ada 4 hal  yang perlu dilakuka, Yakni, pertama : Memakmurkan bumi Allah. Kedua, Menata hidup dengan sebaik baiknya. Kemudian ketiga, melatih diri menjadi lebih baik, dengan pendidikan karakter dan nilai nilai ilmu pengetahuan dan agama, serta yang keempat adalah mengamalkan dan menjalankan perintah perintah dari Allah SWT, seraya menjauhi segala laranganNya.

Biro Humas dan Protokol NTB