Berita NTB Bersaing

GUBERNUR TGB: 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN PENENTU KUALITAS SDM

Bidang IKP Diskominfo NTB | Kamis, 23 November 2017 - 08:51:06 WIB | dibaca: 188 pembaca

Pentingnya peran wanita sebagai ibu, dalam melahirkan dan mencetak generasi yang berkualitas  tertulis dalam Al Qur'an. Bahwa kualitas nutrisi dan kesehatan ibu dan anak sejak masa pra kehamilan, masa kehamilan, dan masa menyusui adalah sangat penting. Siklus 1000 hari pertama kehidupan sejak masa kehamilan selama 9 bulan atau 270 hari hingga masa pertama kekahiran bayi selama 2 tahun atau 730 hari. 1000 hari pertama ini sangatlah menentukan kualitas kehidupan Sumber Daya Manusia (SDM) di masa mendatang. Saat dalam kandungan itulah janin akan mengalami perubahan, tumbuh dan berkembang, sehingga saat dilahirkan, sebagian besar perubahan tersebut menetap atau selesai, kecuali beberapa fungsi, yaitu perkembangan otak dan imunitas, yang berlanjut sampai beberapa tahun pertama kehidupan bayi. 

Gubernur Nusa Tengara Barat, Dr. TGH. M.Zainul Majdi didampingi istri, Hj. Erica Zainul Majdi menguraikan hal itu saat membuka Simposium dan Workshop Pengembangan Pelayanan Maternal Perinatal RSUD Di Aula Rinjani RSUD Provinsi NTB, Rabu (22/11/2017) pagi. Pada Kegiatan yang menghadirkan narasumber  direktur RS Cipto Mangunkusumo (RSCM ) Jakarta, Dr . dr. Czeresna Heriawan., Sp., PD.,K-Ger  dan para dokter tim ahli dari Rumah Sakit  tersebut, lebih lanjut Gubernur menegaskan bahwa teori 1000 hari pertama kehidupan yang kita lakukan saat ini, ternyata jauh sebelumnya sudah ada di dalam Al Qur'an.

Karenanya, Gubernur mengingatkan pentingnya upaya preventif mengatasi masalah kesehatan ibu dan bayi,  melalui peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat atau calon orang tua, serta yang tidak kalah pentingnya adalah pelayanan kesehatan maternal dan perinatal yang berkualitas di rumah sakit.  Pelayanan itu tentu harus didukung tersedianya tenaga yang terampil dan kompeten, di samping sarana prasarana yang memadai.

Karenanya Gubernur TGB memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kesediaan tim dokter RScM  menjadi mentor bagi keluarga besar RSUP NTB. Sebab hal itu menurutnya merupakan bentuk dukungan terhadap salah satu agenda pembangunan jangka panjang kita di NTB, yang sasarannya meningkatkan  derajat kesehatan masyarakat, jelas Gubernur.

Direktur RS Cipto Mangunkusumo (RSCM ) Jakarta, Dr . dr. Czeresna Heriawan., Sp., PD.,K-Ger saat yang sama menyampaikan, untuk mencetak SDM unggul, tidak mesti menunggu hingga mereka lulus SMA, untuk kemudian dilatih  kognitif dan hatinya. Namun harus sejak dini dilakukan, mulai ketika sumber ilmu dan kepandaian itu bisa diserap oleh individu. ''Utamanya ketika 1000 hari pertama kehidupannya, yakni dimulai ketika mereka mampu menyerap  nutrisi terbaik untuk kebutuhan saat dalam kandungan, hingga tumbuh kembang. Ini artinya., sangat penting diperhatikan bagaimana untuk menyiapkan ibu yang akan melahirkan ''bibit'' dengan potensi yang  unggul.

Sebelumnya, Direktur RSUP, Lalu Hamzi Fikri laporannya menyampaikan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), khususnya angka kematian perinatal, diperlukan berbagai upaya, salah satunya adalah kegiatan pelayanan kesehatan maternal dan perinatal yang berkualitas di rumah sakit. Dalam hal ini, dibutuhlan tenaga yang terampil didukung dengan sarana prasarana memadai. ''Melalui pembekalan dengan berbagai materi, diantaranya terkait prosedur dan manajemen pelayanan, standar pelayanan, pengorganisasian pelayanan dengan tugas dan wewenang yang jelas, baik secara administratif maupun teknis, ''diharapkan dapat menaikkan level kompetensi paramedis, khususnya bidang kesehatan ibu dan anak,'' ungkapnya.

Pada kesempatan itu, disaksikan langsung Gubernur dan ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul majdi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTb dan peserta simposium yang hadir, Direktur RSUP NTb dan Direktur RSCM secara bersama-sama menandatangani kesepakatan bersama tentang pelayanan, pendidikan dan penelitian dalam upaya membina serta meningkatkan SDM bidang kesehatan di RSUP NTB.

Biro Humas dan protokol NTB