Buletin NTB

Gubernur NTB, Terima penghargaan P2BN dari Presiden

Administrator | Rabu, 10 Desember 2014 - 07:20:27 WIB | dibaca: 3733 pembaca

Dipenghujung tahun 2010 ini Provinsi NTB banjir Prestasi pembangunan. Setelah sehari sebelumnya, Kamis, (2/12/2010) Gubernur NTB, TGH.M.Zainul Majdi,MA menerima penghargaan The Best Province Tourism Develovment dengan dikukuhnya NTB sebagai Provinsi Pengembang Pariwisata Terbaik versi ITA di Metro TV.

Penghargaan yang tidak kalah bergengsinya kembali diterima gubernur termuda di Indonesia itu, Jumat (3/12-2010) berupa penghargaan di bidang pangan dari Presiden RI atas Prestasi meningkatkan produksi Padi (P2BN) lebih dari 5 pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berbagai prestasi tersebut membuktikan bahwa kebijakan, program dan kegiatan  pembangunan di Provinsi NTB telah memberikan dampak yang nyata ditengah-tengah masyarakat. Pada tahun sebelumnya, NTB berhasil mencatat peningkatan produksi padi tertinggi di Indonesia yang mencapai 14,7 pada periode (2007-2008). Kini keberhasilan tersebut terus dapat dipertahankan, sehingga NTB dikukuhkan sebagai salah satu daerah super fokus peningkatan produksi beras nasional (P2BN).  

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Pukul.09.00 WIB. Selain Gubernur NTB, penghargaan yang sama juga diterima 21 provinsi lainnya. Berbagai penghargaan yang diterima gubernur NTB dipenghujung tahun 2010 ini, yang sekaligus menandai 2 tahun pemerintahannya, merupakan kado istimewa bagi masyarakat NTB dalam memperingati Hari ulang tahun daerahnya yang ke-52 pada tanggal 17 Desember 2010. 

Untuk diketahui, dibidang produksi bahan pangan, khususnya produksi pada, provinsi NTB setiap tahun berhasil mempertahankan peningkatan produksinya lebih dari 5. Jika produksi padi pada tahun 2008 tercatat sebanyak 1,75 juta ton Gabah Kering Giling, maka pada tahun 2009 produksi padi di NTB mencapai lebih dari 1,87 juta ton GKG. Selain padi, NTB juga berhasil meningkatkan produksi jagung. Hal itu tergambar dari peningkatan produksi jagung dari 196.263 ton pipilan kering tahun 2008 menjadi 308.863 ton pada tahun 2009 atau 57,37 dan pada tahun 2010 produksi jagung NTB diperkirakan akan mencapai 370.000 sampai 400.000 ton pipilan kering.

Dengan peningkatan produksi tersebut, NTB dinilai sebagai salah satu provinsi yang memiliki kinerja ketahanan pangan yang baik.  Dilihat dari indikator Cadangan Pangan,  kondisi cadangan pangan yang ditargetkan sebesar 530 ton, berhasil disediakan  594,92  atau 112,24 . Demikian pula dilihat dari Ketersediaan Energi dan Protein. Berdasarkan hasil Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG), jumlah energi minimal yang harus disediakan sebesar 2.200 kalor/kapita/hari dan protein sebesar 57 gr/kapita/hari. Namun hasil analisis Neraca Bahan Makanan (NBM) tahun 2010, jumlah energi dan protein yang dapat disediakan untuk dikonsumsi masyarakat  NTB terdiri dari Energi   3.559,25 kal/kap/hr dan  protein  117,08 gr/kap/hr.

Melihat jumlah energi dan protein yang tersedia tersebut, maka dari aspek jumlah pangan yang mampu disediakan di NTB sudah sangat berlebih jika dibandingkan dengan jumlah minimal energi dan protein yang harus disediakan.

Penghargaan dan Prestasi Pembangunan NTB dibawah Kepemimpinan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA dan Wakil Gubernur, Ir.H. Badrul Munir, MM : 

  1. Investment Award dari Wakil Presiden RI, Tahun 2008;
  2. Penghargaan Ksatria Bhakti Husada dari Presiden RI, Tahun 2008;
  3. Penghargaan di Bidang Pertanian dari Presiden RI sebagai Provinsi dengan Produksi Padi diatas 5 , Tahun 2009.
  4. Penghargaan Kepemudaan dari KNPI, Tanggal 23 Juli 2009.
  5. Penghargaan Agro Inovasi 2009 dari Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Tanggal 6 Agustus 2009.
  6. Penghargaan Adiupaya Puritama Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan dan Permukiman kepada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota, kategori Pembina Pemerintah kota menengah/Kecil, Tanggal 25 Agustus 2009.
  7. Penganugerahan Tanda Kehormatan ”Satyalancana Pembangunan” dari Presiden Republik Indonesia, Tanggal 1 Oktober 2009.
  8. Penghargaan Paramadhana Utama Koperasi Sebagai Provinsi Penggerak Koperasi Tahun 2009, dari Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Tanggal 14 Oktober 2009.
  9. Penghargaan Adibakti Mina Bahari Tingkat Nasional Tahun 2009 dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Tanggal 16 Oktober 2009.
  10. Rekor MURI sebagai Gubernur Termuda di Indonesia dengan Umur 36 Tahun 3 Bulan 17 Hari pada Tanggal 17 September 2008 (Pelantikan), Tanggal 28 Oktober 2009.
  11. Penghargaan Indonesia Tourism Award (ITA) dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Tanggal 14 Nopember 2009.
  12. Nominee The 2nd Indonesia MICE AWARDS 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Kategori Kepala Daerah Tingkat I dalam Pengembangan MICE di Wilayahnya, Tanggal 19 November 2009.
  13. Penghargaan “Regional Champion 2010” dari Kepala BKPM-RI Sebagai Daerah Potensial Pengembangan Investasi Nasional Untuk Mencapai Target Investasi 1000 Trilyun Tahun 2014, Tanggal 18 Februari 2010.
  14. Penghargaan sebagai Pembina Provinsi Kategori Tim Pemelihara dan Pengelola Prasarana (TP3) Peringkat 2 Nasional Tahun 2010 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan dari Menteri Dalam Negeri RI, Tanggal 19 Maret 2010.
  15. Penghargaan sebagai Pembina Provinsi Kategori Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Peringkat 2 Nasional Tahun 2010 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan dari Menteri Dalam Negeri RI, Tanggal 19 Maret 2010.
  16. Penghargaan Bhakti Koperasi, dari Presiden RI pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke – 63 Tanggal 15 Juli 2010 di Surabaya.
  17. Penghargaan sebagai Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kualifikasi Bintang 3 dibidang Penanaman Modal Tahun 2010 dari Kepala BKPM Nasional Tanggal 2 November 2010.
  18. Penghargaan “The Best Province In Tourism Development” dari Kementerian  Kebudayaan dan Pariwisata RI Tanggal 2 Desember 2010.
  19. Piagam Penghargaan P2BN dari Presiden RI atas Prestasi Peningkatan Produksi Beras Nasional diatas 5 persen Tanggal 3 Desember 2010.