Berita SKPD

ADA "BENCANA" DI CAR FREE DAY

Bidang IKP Diskominfo NTB | Rabu, 08 November 2017 - 07:15:19 WIB | dibaca: 94 pembaca

Suara sirine meraung memecah perhatian terlihat sejumlah orang melakukan pertolongan di jalan udayana yang ramai. ''Ada Apa ini...?'' kata beberapa orang sambil berlarian mendekati korban, Minggu (05/11).

Banyak korban berjatuhan. Ada yang kaki kanannya diikat dengan dua papan kecil sedengkul menunjukkan kaki patah, ada yang kepalanya mengeluarkan cairan merah seperti darah mengucur di pelipisnya. Ada pula lengan dan sikunya dibalut perban. Bercak merah pada perban terlihat di kaki dan tangan para korban. Korban- korban yang masih berusia remaja itu kemudian dibawa dengan ambulance diiringi sirine.

Itulah simulasi tanggap Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Acara itu cukup menyita perhatian publik yang lalu lalang di acara inspiratif expo. Simulasi ini sebagai kiat BPBD untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang pertolongan awal pada korban bencana.

 

Para pelaku simulasi merupakan para pelajar sekolah yang disebut dengan relawan muda.”kami memilih remaja karena mereka masih kuat dan sangat bersemangat” ungkap Ir. Muhammadin sekretaris BPBD Provinsi NTB.

Kali ini simulasi digawangi oleh siswa-siswi dari MA Negeri 2 Mataram dan juga SMA Negeri 3 Mataram. Pelajar dari kedua sekolah ini merupakan bimbingan dari BPBD. BPBD telah memberikan pengajaran dan pelatihan khusus kepada para relawan muda untuk tanggap terhadap penanggulangan bencana. ''Mereka sudah ahli,'' ujar Rido Ahyana dari tim BPBD NTB.

BPBD memiliki kinerja dalam penanggulangan bencana dengan melibatkan pelajar sekolah.
''kami datang keseluruh sekolah,'' imbuhnya.  Pelajar yang berasal dari kumpulan Palang Merah Remaja (PMR) dilatih dalam melakukan penanggulan bencana dengan pertolongan pertama pada korban bencana.

Pada momentum inspiratif expo ini Tim BPBD tidak lupa menjelaskan tentang kiat para relawan dan juga alat yang digunakan untuk evakuasi. Para relawan penanggulangan bencana berasal dari berbagai kalangan masyarakat bukan hanya pelajar saja.(Nad/Ang_IKP)